Mendampingi Anak-anak Belajar di Rumah

Minggu ini sudah memasuki minggu ke lima masa bekerja, dan belajar dari rumah. Pemerintah bahkan sudah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah di Indonesia. Bersyukur daerah saya tidak termasuk, namun tetap saja saya dan keluarga berusaha mengurangi aktivitas yang membuat kami harus keluar rumah.

Alhamdulillah tempat saya dan suami bekerja memberikan kebijakan untuk WFH (work from home), dan sekolah anak kami juga memberikan kebijakan untuk bersekolah dari rumah. Meski masih di tingkat Kelompok Bermain, namun sekolah anak kami memberikan beberapa tugas secara berkala melalui Whatsapp group. Minggu pertama kami sekeluarga masih beradaptasi dan sama-sama mencari ritme yang pas untuk menjalani agenda harian kami dari rumah. Kini, di minggu ke lima, rasanya sudah semakin terbiasa dan mulai menikmati hal-hal postif di tengah situasi dan pandemi ini.

Di sosial media banyak bersliweran unggahan keluh kesah orang tua mengenai sistem belajar di rumah. Dalam tulisan ini, saya akan berbagi mengenai beberapa tips untuk mendampingi si kecil belajar di rumah. Terutama bagi anak balita, yang masih sangat membutuhkan pendampingan saat belajar di rumah.

1. Berikan pengertian kepada si kecil

Bagi anak balita, mungkin masih belum dapat memahami situasi sekarang seperti orang dewasa. Jadi saya berusaha memberikan pengertian pada si kecil mengenai kondisi saat ini, bahwa semua sedang mengalami kesulitan karena pandemi, sehingga anak-anak sementara tidak belajar di sekolah. Tapi, hal ini bukan berarti liburan, hanya prosesnya saja yang berbeda. Anak-anak tetap belajar, namun dari rumah.
Saya juga mengajak si kecil untuk membaca buku atau berita terkait kondisi sekarang, sehingga si kecil bisa cukup kooperatif. Ketika kami harus keluar rumah untuk berbelanja keperluan bulanan, misalnya, saya akan minta si kecil untuk menunggu di dalam kendaraan sementara hanya saya sendiri yang turun dan berbelanja. Kemudian setiap kali sebelum masuk rumah setelah bepergian, kami juga mengajak si kecil untuk mencuci tangan dengan sabun. Meski terdengar sepele, namun hal ini menjadi hal yang sangat penting bagi saya untuk disampaikan pada si kecil.

2. Libatkan anggota keluarga lain

Dalam mendampingi si kecil belajar, mengerjakan tugas atau bermain sekalipun, saya berkerjasama dengan suami saya untuk saling bergantian. Hal ini dapat dikomunikasikan dan disepakati bersama mengenai pelaksanaan dalam sehari-hari.

3. Buat kesepakatan jadwal harian

Hal ini penting, sehingga jadwal si kecil jadi teratur meski kegiatan dilakukan dari rumah. Jadwal yang tidak menentu akan memicu emosi dan membuat anak dan orang tua menjadi tidak nyaman. Bila anak sudah bisa diajak untuk berdiskusi, diskusikanlah mengenai jadwal hariannya. Hal ini bisa membantu anak untuk belajar disiplin dan tanggungjawab.

4. Siapkan tempat khusus untuk belajar

Ajak si kecil untuk menentukan dan menyiapkan area belajarnya. Hal ini sebenarnya kembali lagi ke masing-masing karakter anak, karena cara belajar anak juga berbeda-beda. Usahakan area belajar ini membuat si kecil nyaman, sehingga proses belajar juga jadi lebih menyenangkan.

Semoga beberapa tips di atas dapat bermanfaat bagi kita semua sehingga waktu #dirumahaja senantiasa produktif, berkualitas dan tidak membosankan. Amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *