Lockdown, Kita dan Anak-anak

Beberapa waktu belakangan ini hampir semua grup membahas satu isu yang sama, yaitu Corona. Meski tak terlihat kasat mata, virus ini per 20 Maret 2020, sudah menginfeksi lebih dari 246 ribu orang di 182 negara (https://www.worldometers.info/coronavirus/). Karena hal ini, beberapa pihak berwenang mengambil berbagai kebijakan dan tindakan untuk menekan penyebaran virus corona yang dikenal dengan covid-19. Beberapa daerah di Indonesia sudah menetapkan hal ini sebagai “Kejadian Luar Biasa (KLB)”, sehingga terdapat anjuran untuk mengurangi interaksi sosial (social distancing).

Selain memaksa sebagian besar perusahaan harus menerapkan konsep work from home (WFH) yakni bekerja secara remote, pembatasan sosial ini juga berpengaruh pada aktivitas anak-anak kita dalam sekolah. Di kota-kota besar seperti Jakarta, sekolah telah diliburkan dan untuk sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah secara online ataupun jarak jauh. Demikian juga kebijakan di beberapa negara, termasuk Malaysia, Filipina, dan lainnya, menerapkan kebijakan movement restriction order, lockdown atau perintah untuk membatasi mobilisasi dan berbagai aktivitas sosial.

Hampir seluruh pusat keramaian ditutup, bahkan tempat ibadah dan shalat jumat juga sementara ditiadakan. Toko yang masih dibolehkan buka adalah penyedia kebutuhan pokok, klinik dan farmasi (toko obat). Kami di Malaysia yang pemerintahannya menerapkan lockdown, bahkan akan mendenda sebanyak 1000RM (setara dengan 3,6 juta) dan atau penjara selama 6 bulan, kepada siapa saja yang tidak taat untuk karantina di rumah. Oleh karena itu, baik terpaksa maupun sukarela, pilihan karantina mandiri di rumah masing-masing harus dijalankan oleh seluruh warga.

Bagi sebagian keluarga yang terbiasa kerja kantoran, karantina di rumah setiap hari selama 2 pekan tak jarang membuat stress. Juga bagi anak-anak yang terbiasa aktifitas padat di sekolah. Maka sebagai seorang ibu dan istri, kita harus pandai untuk mengkondisikan situasi rumah agar tidak membosankan. Sebagai seorang muslim, selalu ada hikmah terbaik di setiap peristiwa terburuk sekalipun. Dengan adanya lockdown/karantina mandiri di rumah, salah satu hikmahnya adalah kita menjadi lebih dekat beraktifitas setiap detiknya bersama-sama keluarga.

Para ayah yang mungkin belum pernah jadi imam shalat, akhirnya pun harus mengimami keluarga. Juga aktivitas bersama anak-anak, ayah atau bunda yang biasanya punya segudang pekerjaan, dan menitipkan anak-anak kepada bibi di rumah, kini ada masa-masa full-day bersama putra-putri tercinta. Ayah atau bunda yang biasanya berangkat subuh pulang malam, saat ini dengan takdir Allah diminta untuk penuh bersama keluarga. Kebersamaan dalam masa karantina/isolasi ini tak akan bermakna tentunya, tanpa kehadiran hati dalam setiap aktifitasnya.

Bagi ayah bunda yang memiliki putra putri dibawah usia 8 tahun, aktivitas apa saja yang bisa dilakukan di rumah agar anak betah berada dirumah? Tulisan ini ingin berbagi beberapa opsi aktivitas yang dapat dilakukan Bersama di kecil dirumah. Untuk anak-anak diatas usia 3 tahun, ajaklah di kecil untuk membuat agenda harian aktivitas si kecil, setidaknya untuk 14 hari kedepan selama periode “liburan dirumah”. Aktivitasnya tentu bisa disesuaikan dengan jadwal ayah bunda, namun setidaknya mencakup aktivitas bermain dan belajar. Beberapa inspirasi permainan fisik bisa disimak disini ya ayah bunda:)

Belajar disini mencakup dua hal, belajar dalam konteks akademik dan belajar lifeskills. Untuk anak-anak yang sudah sekolah, selain mengerjakan tugas sekolah, beberapa situs yang dapat diakses untuk belajar secara online dalam Bahasa Indonesia yang disediakan oleh Kemendikbud (https://belajar.kemdikbud.go.id/) dan dalam Bahasa Inggris yang disediakan oleh lembaga non-profit (https://www.khanacademy.org/). Bagi anak-anak dibawah usia 5 tahun, agendanya bisa diselang-seling, misalnya hari pertama baca buku, hari kedua belajar menulis angka, hari ketiga belajar menulis huruf dan kata, hari keempat menggambar, hari kelima mewarnai, hari keenam membuat prakarya, dan seterusnya. Salah satu materi yang dapat diakses https://indonesiamontessori.com/kumpulan-imcprintable-gratis-selama-belajar-di-rumah/

Nah selain bermain, si kecil pun dapat kita libatkan dalam aktivitas harian sebagai bagian dari belajar lifeskill, tentu disesuaikan dengan usianya ya. Bahkan si kecil seringkali antusias ketika diajak melakukan tugas harian, misalnya memasak, memilih baju yang akan disetrika, merapikan baju yang sudah disetrika, menjemur pakaian, merapikan mainan dan bersih-bersih rumah.

Selain berbagai aktivitas tersebut, si kecil bisa juga diajak untuk menyimak bersama materi edukatif plus menarik, misalnya channel Free Quran Education di youtube. Selain menemani si kecil belajar AlQuran, kalau pengalaman saya sendiri, sayapun jadi ikut belajar, Alhamdulillah. Dan tentu jangan lupa, manfaatkan kebersamaan dirumah untuk senantiasa menjalankan shalat berjamaah dan mengaji bersama. Mari kita senantiasa berdoa bersama semoga kita bisa mengambil hikmah dari kejadian virus corona ini. Menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT karena sungguh Allah lah Sang Maha Berkehendak.

Yang masih belajar,

Lisa Listiana
ig @lisaharjunadhi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *