Ayah LDR

Dalam momen Idul Adha, banyak bertebaran kisah-kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menyiratkan teladan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Mulai dari keikhlasan ayah dan anak, hingga kisah long distance relationship antara ayah dan anak yang tidak bisa bertemu setiap hari. Akhir-akhir ini, banyak kita temukan kampanye untuk meningkatkan awareness terkait keterlibatan ayah dalam pengasuhan, yang ditujukan untuk mengembalikan ayah-ayah ke rumah mereka, untuk menemani tumbuh kembang anak sehari-hari. Namun demikian, tidak semua cerita keluarga sama. Ada ayah yang terpisah jauh dari anaknya, yang mengalami kisah seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Selain kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang patut kita jadikan panutan dalam mengelola hubungan jarak jauh ayah dan anak, pada abad 21 ini banyak kita temukan contoh-contoh lain hubungan ayah-anak jarak jauh yang juga berhasil menjalin kelekatan yang baik. Kelekatan ayah dan anak ini penting utamanya untuk membentuk karakter anak yang tangguh dan bertanggung jawab. Salah satu contoh kasus yang bisa kita teladani adalah kisah ayah dan anak-anaknya dalam novel Sabtu Bersama Bapak karangan Adhitya Mulya. Novel ini telah diangkat kisahnya menjadi sebuah film, namun menurut pandangan saya akan lebih baik untuk membaca novelnya karena banyak nasihat-nasihat baik yang disampaikan sosok Bapak.

Kisah Ayah LDR di sini sedikit berbeda dengan Nabi Ibrahim dan Ismail yang terpisah jarak. Ayah dan anak-anaknya di novel ini terpisahkan dunia yang berbeda karena sosok ayah yang dipanggil “Bapak” telah meninggal dunia. Satu hal yang patut diteladani dari sosok Bapak adalah kesungguhan niatnya untuk membimbing anak-anak meskipun ia telah tiada. Meskipun divonis umurnya tidak akan lama, sosok Bapak gigih meluangkan energi dan waktunya yang tersisa, untuk hadir dalam hidup anak-anaknya, dan menghadirkan bentuk lain yang bisa mewakilinya. Sebagai orang tua yang telah banyak mengalami asam garam kehidupan, tentu kita memiliki pelajaran, pandangan, serta kesalahan apa saja yang kita lakukan, yang ingin kita wariskan ke anak agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Begitu pula dengan sosok Bapak. Ia ingin memberikan warisan yang akan terus tinggal dalam diri anak-anaknya selama mereka masih hidup.

Sosok Bapak dalam kisah ini memilih media video untuk mengabadikan warisan nasihatnya. Singkat cerita, setelah Bapak tiada, sosok Ibunyalah yang berperan penting mendekatkan anak-anak dengan figur ayah, yang dimanifestasikan dalam kegiatan rutin menonton video peninggalan Bapak setiap hari Sabtu. Meskipun Bapak tidak hadir dalam kegiatan sehari-harinya, namun dari kisah ini dapat ditangkap pesan bahwa nasihat-nasihat yang diberikan Bapak tertanam cukup dalam di hati dan pikiran anak-anaknya yang mereka bawa hingga dewasa. Selain itu, mereka pun merasa sedih ketika tiba waktunya diputarkan video terakhir, yang berarti tidak akan ada lagi episode baru nasihat Bapak, namun kapanpun mereka merasa rindu kepada Bapak, mereka akan memutar ulang video-video dari Bapak. Ada banyak hal yang ingin disampaikan, namun karena keterbatasan waktu, Bapak memilih meninggalkan warisan nasihat. Membaca kisah Bapak ini, ada empat poin yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dan kita praktikan dalam pengasuhan anak, termasuk untuk ayah dan anak yang menjalani hubungan jarak jauh.

Pertama, yaitu nasihat. Seringkali kita membaca anjuran untuk menjadi panutan yang baik untuk anak-anak dan mencontohkan sikap baik yang kita ingin anak tiru, namun seringkali di tengah jalan kita kehilangan arah dan bingung, apa saja ya yang harus diajarkan? Kita dapat meniru Bapak yang memulai dengan mencatat nasihat apa saja sih yang ingin kita berikan kepada anak?

Tulislah satu per satu pelajaran hidup yang kita ketahui. Daftarnya dapat bertambah banyak, dan hal tersebut tidak mengapa. Kemudian jelaskan dengan lebih detail nasihat-nasihat yang ingin kita sampaikan. Rancangan ini dapat disimpan orang tua sebagai draft. Seperti disebutkan dalam hadits Arba’in nomor 7, dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim, no. 55). Sampaikanlah nasihat-nasihat pada anak, terutama tentang agama.

Kedua, yakni dokumentasi yang rapi. Hal ini dapat disalurkan dengan media yang berbeda-beda sesuai preferensi ayah. Saat ini sudah cukup banyak media yang dapat menunjang dokumentasi values ini, seperti tulisan, audio, dan video. Investasi sedikit waktu dan energi kita di masa sekarang untuk membuat dokumentasi untuk anak di masa depan. Salah satu poin plusnya tentu adalah anak akan bisa menikmatinya berulang kali di lain hari. Ditonton kembali, dibaca berulang, diresapi maknanya berkali-kali, bahkan hingga garis keturunan selanjutnya.

Ketiga, waktu rutin. Langkah selanjutnya adalah merealisasikannya. Hal ini pun dapat dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Cara terbaik tentu adalah bicara langsung dengan anak. Miliki waktu khusus untuk momen transfering values ini. Istilah yang umum digunakan jaman sekarang adalah quality time. Untuk ayah yang bisa hadir dalam keseharian anak, lebih bagus lagi momen ini adalah titik awal dalam memperkenalkan nilai-nilai yang ingin kita tanamkan pada anak, untuk selanjutnya kita contohkan dan biasakan dalam keseharian anak.

Keempat, peran ibu. Selayaknya sifat pakaian dalam pasangan rumah tangga yang menutupi aib dan membaguskan, ibu juga berperan menjadi perpanjangan tangan ayah yang memberikan citra bagus ayah kepada anak-anaknya. Di sini, tidak lepas dari peran ayah pula. Ayah memilihkan calon ibu terbaik untuk anak-anaknya dari sejak sebelum menikah, hingga mendidiknya sepanjang pernikahan agar mampu menjadi ibu yang baik dan mampu menjadi perekat keluarga, seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim kepada Hajar, sehingga Hajar mampu mendidik Nabi Ismail selama ditinggalkan Nabi Ibrahim.

Wallahua’lam bish-shawwab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *