Loading...
InspirationParenting

Penyebab Retaknya Hubungan

Selalunya setiap hubungan ada pasang surutnya. Hubungan kita dengan relasi kerja, dengan kawan nongkrong, dengan sahabat karib, bahkan dengan keluarga termasuk dengan pasangan kita. Tentu banyak faktor penyebab kerenggangan yang jika tidak disikapi dengan bijak lambat laun pasti retak suatu saat nanti. Ketidakharmonisan hubungan ini akan menyebabkan banyak hal lainnya ikut terjadi, semisal kerja menjadi tidak konsentrasi, belajar menjadi tidak fokus, rusaknya manajemen waktu dan timeline skala prioritas kita, dll.

Nah ummies, jika kita sedang menghadapi hal seperti ini alangkah baiknya jika kita diam sejenak. Merenungi setiap apa yang telah kita lakukan. Kita perlu introspeksi dan menghisab diri. Bisa jadi ada perilaku kita sebelumnya yang menyebabkan menurunkan kualitas jiwa kita. Akal dan hati kita menjadi keras, tak peka dengan kebaikan-kebaikan. Merasa biasa saja dengan perbuatan baik/sholeh, sulit konsentrasi dalam berbagai hal termasuk beribadah.

Ada nasihat emas dari seorang cendekiawan muslim, ‘alim, ulama besar yaitu Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam kitab Al Jawaabul Kafi. Kata beliau, apabila diri kita seringkali bermasalah dengan relasi kita, ribut dan bertengkar dengan orang lain termasuk keluarga sendiri, bisa jadi itu adalah akibat dari perbuatan maksiat yang kita lakukan. Maksiat mengingkari kebaikan-kebaikan Tuhan, kebaikan orang lain. Berikut ini kutipan nasihat lengkap beliau :

“Diantara hukuman bagi pelaku maksiat adalah merenggangnya hubungan antara dirinya dengan orang-orang, terutama dengan orang-orang baik, sungguh ia akan merasa terasing dari orang-orang baik tersebut, dan setiap kali menguat keterasingannya maka ia semakin jauh dari mereka dan majelis mereka, yang pada akhirnya ia terhalangi dari kebaikan melimpah yang dapat diambil dari mereka, dan ia semakin dekat dengan orang-orang dari golongan setan, lalu ia akan semakin dekat dengan golongan setan tersebut sesuai kadar jauhnya dari golongan Allah yang Maha Peyayang. Dan kerenggangan hubungan ini akan semakin menguat sampai merajalela, hingga retak pula hubungannya dengan istrinya, anaknya dan karib kerabatnya, bahkan dengan dirinya sendiri, maka engkau melihatnya merasa aneh dengan dirinya sendiri.” [Al-Jawaabul Kaafi, 52]

Maka yuk ummies, mulai dari diri kita sendiri untuk memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan. Allah yang Maha Pemurah atas segala nikmat kepada kita semua. Jika kita perbaiki hubungan kita dengan Allah, maka insya Allah, Allah akan perbaiki hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita.

Abu Nu’aim rahimahullah dalam kitabnya Al-Hilyah, menyebutkan suatu riwayat dari Abdullah bin Aun rahimahullah bahwa dahulu para ahli fikih saling berpesan dan mengirim surat di antara mereka. Begini isinya:

“Barang siapa yang beramal untuk akhiratnya, Allah akan memberi kecukupan bagi kehidupan dunianya.
Barang siapa yang memperbaiki urusan pribadinya dengan Allah, Allah akan memperbaiki apa yang tampak darinya.
Barang siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia.”

Akhirnya kembali untuk kita, yuk perbaiki hubungan kita dengan Allah, karena tidak lain Allah akan membantu menyelesaikan segala permasalahan kita dengan orang lain dan orang-orang yang kita sayangi.

Oleh: Harjunadhi

Leave a Reply