Loading...
Parenting

Pentingnya Tarbiyatul Jinsiyah untuk Anak Sejak Dini

Oleh: Kartika Ninggar & Agastya Harjunadhi

Mungkin sebagian dari kita masih bertanya, apa maksud dari Tarbiyatul Jinsiyah?

Dalam Islam, maksud dari Tarbiyatul Jinsiyah adalah tentang pendidikan seksual. Secara bahasa, jinsiyah berarti asal. Kemudian secara maknawi adalah memahami asal manusia yang lahir melalui proses sunnatullah yang bernama reproduksi. Maka kemudian dalam tarbiyatul jinsiyah ini akan dikenalkan organ-organ reproduksi, termasuk alat vital dan seksualitas.

Islam menempatkan  Tarbiyatul Jinsiyah (pendidikan seks) sebagai satu kesatuan integral dari pendidikan aqidah, akhlak, dan ibadah. Apabila pendidikan seksual terpisah dari ketiga unsur tersebut, akan menyebabkan ketidakjelasan arah yang berujung menyesatkan. Lebih jauh lagi, alih-alih ingin melakukan tindakan preventif, malah justru memicu penasaran peserta didik untuk praktik.

Sebagai orang tua yang memiliki seorang anak balita, saya sangat prihatin dengan berbagai pemberitaan mengenai maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak di bawah umur. Menurut saya, pihak yang paling utama dan pertama untuk mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan seksual adalah keluarga. Hal tersebut tentu saja dengan dukungan dari berbagai kalangan, seperti dari pemerintah dan para pakar hukum dan pendidikan.

Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan sebagai seorang ibu adalah dengan memberikan pendidikan seks sejak dini. Mengajarkan seksualitas membutuhkan proses yang sangat panjang (sejak anak lahir hingga remaja), dan harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Anggapan bahwa membicarakan seks, sama saja dengan mengajarkan cara-cara berhubungan seks, sama sekali tidak benar. Pemberian pendidikan seks untuk anak bisa berupa pengetahuan mengenai organ reproduksi serta cara menjaga dan memeliharanya.

Pendidikan seks sejak anak usia dini penting dilakukan supaya anak mulai paham mengenai masalah seksualitas sehingga dapat terhindar dari ancaman pelecehan seksual. Berikut saya sampaikan beberapa tips yang saya rangkup dari berbagai sumber bacaan untuk memberikan pendidikan seks terhadap anak usia dini dalam perpsektif Islam.

  1. Menutup Aurat

Cara ini mengajarkan dan membiasakan anak untuk selalu berpakaian atau menutup auratnya, terutama bila ia berada di tempat umum atau tempat terbuka. Hal ini harus diajarkan secara konsisten dan terus menerus, serta memberikan contoh supaya menjadi kebiasaan bagi si kecil.

  1. Mengajarkan Budaya Malu

Dalam Islam, rasa malau termasuk bagian dari iman. Malu di sini berkaitan dengan anggota badan atau aurat yang terlihat oleh orang lain.Penanaman dan pengenalan rasa malu, akan membuat anak tidak nyaman ketika auratnya terlihat orang lain.

  1. Mendidik Menjaga Kebersihan Alat Kelamin.

Hal ini dilakukan dengan cara mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin, mengajarkan anak untuk toilet training juga termasuk mengajarkan anak tentang najis.

Saya sendiri membiasakan menyebut alat kelamin sesuai dengan nama ilmiahnya, dan tidak membuat pembicaraan seputar seks menjadi tabu. Ketika sedang membicarakan mengenai cara menjaga kebersihan alat kelamin, saya menggunakan intonasi yang datar sama seperti ketika kita membicarakan hal lain, sehingga anak merasa nyaman ketika membicarakan hal tersebut sama seperti ketika membicarakan anggota tubuh lainnya.

Selain itu, saya selalu mengajarkan bagian-bagian mana saja yang disebut private area atau bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, seperti mulut, dada, dan sekitar celana. Terakhir, saya juga mengajarkan bagaimana cara bersikap ketika ada orang yang mencoba menyentuh privat area atau menyentuh bagian tubuh lain yang membuat si kecil tidak nyaman.

Hal-hal tersebut sangat penting untuk diajarkan kepada anak seputar seks, untuk menghindarkan si kecil dari kasus kekerasan seksual. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.

Semoga kita dan anak-anak kita selalu dihindarkan dari hal-hal semacam itu. Amiin.

 

Sumber:

Dian Nugraha, Boyke. 2016. Adik Bayi Datang Dari Mana?. Noura Books. Jakarta

Mukti, Ali. 2016. Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini Perspektif Islam. Jurnal Harkat: Media Komunikasi Islam Tentang Gender dan Anak, 12 (2) , 2016, 89-98

Leave a Reply