Loading...
Journal StudyParenting

Pendidikan Anak dalam Islam

Setiap kita menginginkan anak menjadi shaleh. Anak yang menjadi penyejuk hati, penguat jiwa. Anak yang dalam kepribadiannya berkumpul banyak karakter kebaikan. Sebagai orang tua tentu kita akan mengupayakannya dengan sekuat tenaga, termasuk hal bagaimana kita mendidik dan mengasuh anak.

Berbicara tentang pengasuhan anak, ada banyak buku yang dapat kita baca, salah satunya adalah buku berjudul Tarbiyatul Aulad Fi Islam, yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul Pendidikan Anak dalam Islam karya Dr. Abdullah Nashih ‘Ulwan. Buku setebal 906 halaman ini menurut saya memberikan penjelasan komprehensif dengan sistematika yang runut terkait tema pendidikan anak.

Secara garis besar buku ini terbagi menjadi tiga bagian dengan beberapa pasal pada setiap bagiannya. Saya akan coba tuliskan rangkuman dari buku ini pasal demi pasal ya. Agar tidak terlalu panjang, saya akan bagi menjadi beberapa bagian. Dan tulisan ini adalah bagian pertama. Semoga bagi yang belum berkesempatan membaca buku ini, bisa turut mengambil hikmah dan pelajaranJ

Pasal pertama bagian pertama buku membahas tentang pernikahan ideal kaitannya dengan pendidikan. Pasal ini memaparkan pernikahan ditinjau dari tiga sisi, yaitu pernikahan sebagai fitrah manusia, pernikahan sebagai kemaslahatan sosial, dan pernikahan berdasarkan pilihan. Sebagai kemaslahatan sosial, pernikahan merupakan salah satu cara untuk melindungi kelangsungan hidup manusia, menjaga nasab, melindungi masyarakat dari berbaga penyakit dan kerusakan moral, memberikan ketentraman bagi jiwa dan rohani,  juga menumbuhkan naluri keibuan dan kebapakan.

Sebagai muslim/muslimah, panduan hidup kita (Quran dan Hadist) juga memberikan panduan dalam memilih calon pasangan, yaitu berdasarkan pondasi agamanya, berdasarkan keturunan dan kemuliannya. Kita juga diarahkan untuk memilih orang yang jauh dari hubungan kerabat, mengutamakan yang gadis, dan wanita subur. Berbagai kaidah ini semata-mata adalah untuk kebaikan kita yang menjalani.

Membaca pasal ini, saya pun teringat salah satu poin yang disampaikan oleh Ustadzah Erika sebagai salah satu narasumber di 1st Indonesia Mommy Talks, bahwa perkara memilih pasangan menjadi satu hal yang penting dalam Islam karena akan berpengaruh bukan hanya terhadap rumah tangga yang dibangun, namun juga pendidikan anak dan kualitas generasi yang lahir didalamnya. Tidak ada orang tua yang berharap memiliki anak yang durhaka kepada orang tuanya, namun tanpa sadar orang tua dapat berpotensi menjadi orang tua yang durhaka karena tidak memilih pasangan sesuai dengan yang Islam tuntunkan, sehingga hak-hak anak tidak terpenuhi. Anak berpotensi menjadi durhaka terhitung semenjak aqil baligh, sedangkan orang tua berpotensi menjadi orang tua durhaka semenjak mereka memilih pasangan hidupnya.

Anak berpotensi menjadi durhaka terhitung semenjak aqil baligh, sedangkan orang tua berpotensi menjadi orang tua durhaka semenjak mereka memilih pasangan hidupnya.

Maka semoga menjadi pengingat bersama bagi kita. Bagi yang belum menikah, agar memilih pasangan sesuai dengan yang Islam tuntunkan. Dan bagi yang sudah menikah, agar senantiasa bersyukur dengan pernikahan yang kita jalani. Ada kalanya dalam pernikahan, tidak semua hal sesuai dengan yang kita harapkan, pasangan tidak selalu seperti yang kita bayangkan. Kalau kata Ust Subhan Bawazier, pilihanmu ujianmu. Dengan siapapun kita menikah, ada ujiannya. Ujian dan kondisi bagaimapun dalam pernikahan, semoga menjadi sarana bagi kita untuk senantiasa saling mengingatkan dan saling menguatkan dalam kebaikan, juga dalam proses mendekat kepadaNya. Aamiin.

#SeriPendidikanAnakDalamIslam

yang masih belajar,
@listianaica

sumber: https://listianaica.wordpress.com/2017/08/11/pendidikan-anak-dalam-islam/

Leave a Reply