Loading...
Parenting

Menumbuhkan Cinta Islam pada Anak Sejak Dini

Sudahkah kita cinta Islam? Mengapa sih kita harus cinta Islam? Mengapa sih kita beragama Islam? Tidak jarang ketika sudah dewasa manusia mempertanyakan pertanyaan ini. Terkadang masih meragunkan rasa cinta Islam kita. Memilih Islam karena dilahirkan dari bapak dan ibu yang beragama Islam. Selepas dewasa tidak memahami Islam dengan baik, cinta pun tidak ada. Sebagian dari kita mungkin hanya menjalani rutinitas beragama tanpa mencintainya.

Menumbuhkan kecintaan terhadap Islam sejak dini merupakan hal penting bagi anak-anak kita. Dengan mencintai Islam, pondasi mereka dalam kehidupan akan lebih kuat. Lalu bagaimana menumbuhkan kecintaan terhadap Islam semenjak anak sejak dini?

  1. Kenalkan siapa dirinya
    Siapa sih anak kita? Kenalkan padanya bahwa dia adalah anak Umi dan Abinya. Seorang muslim yang shalehah, cerdas, sayang kepada Allah, sayang kepada Rasulullah, sayang kepada orang tuanya, dan hal baik lainnya.
    Gunakan kalimat baik untuk menjelaskan siapa sejatinya anak kita kepadanya. Hal ini dapat membangun aura positif baik bagi kita orang tua maupun bagi diri anak sendiri.

    Ajarkan juga perilaku-perilaku baik untuk menjelaskan anak sholeh seperti apa, anak yang sayang kepada Allah, Rasulullah, dan orang tuanya itu seperti apa. Sehingga ia tidak hanya memahami melalui kata-kata namun juga memahami melalui perilaku yang ia lakukan. Misalnya ajarkan makan dengan tangan kanan sebagai representasi anak shaleh.

  2. Kenalkan siapa Allah
    Siapa Allah? Kenalkan konsep tauhid sejak kecil bahwa Allah tuhan kita satu. Siapa yang menciptakan dirinya, orang tuanya, dan bumi seisinya. Allah. Mengapa Allah menciptakan kita?
    Untuk menjadi khalifah, bermanfaat untuk dunia dan seisinya. Kenalkan sosok Allah melalui hal-hal yang ada di sekitar kita kepada anak, sehingga anak merasa dekat dengan Allah.
    Misalnya tentang jangan membuang sampah sembarangan. Mengapa? Allah tidak suka. Mengapa? Karena dapat merusak lingkungan, menyebabkan banjir, dan lingkungan menjadi kotor. Atau dengan hal lain, misalnya ucapkan Alhamdulillah ketika mendapatkan makanan. Siapa yang memberi? Allah. Lewat siapa? Lewat ayah bekerja dan Allah mengalirkan rezekinya.
  3. Ajarkan rutinitas seorang muslim dan ibadah sejak kecil
    Mengajari anak shalat dan berdoa semenjak bayi bisa mengajarkan kepada anak bahwa kita perlu beribadah. Ajak anak shalat, mengaji, dan berdoa. Walaupun pada awalnya mungkin anak sibuk sendiri dan terkesan menganggu namun mereka biasanya memperhatukan dan lambat laun akan mengikuti. Ajarkan dengan kesabaran, lemah lembut, dan kasih sayang. Ajak anak berdoa, mengadahkan tangan, ucapkan doa dengan nyaring. Putri saya mulai mengikuti berdoa (mengadah tangan dan bergumam) ketika masuk usia 7 bulan dan mengikuti gerakan shalat ketika masuk 10 bulan. Awalnya saya ajak setiap kali saya shalat, “yuk kita shalat yuk, adek di sini ya disamping ibu”. Pada awalnya dia sibuk minta gendong, menarik mukena, menarik sajadah. Lambat laun dia paham dan mengikuti gerakan saya shalat sekali lalu pergi, kemudian kembali lagi untuk ikut sujud. Ketika saya sudah salam, dia yang pertama kali yang akan mengadahkan tangan seolah memimpin doa.
  4. Bangun keluarga Islami yang penuh cinta dan kasih sayang
    Memberikan kasih sayang kepada anak semenjak kecil merupakan cara kita memperkenalkan Islam pada anak kita. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan konsep Islam yang lemah lembut. Tidak memarahi anak yang masih bayi, namun ikut berempati dan mengajak mengobrol dengan lemah lembut.
    Hal ini akan mengurangi risiko anak tantrum berlebih. Biasanya anak yang lebih sering diajak berkomunikasi dengan lembut dan santun akan lebih mudah mengutarakan keinginannya. Ketika kita menolak keinginannya dengan penjelasan yang logis dan penuh kasih sayang mereka biasanya akan lebih mudah memahami.
  5. Kenalkan teladan Rasulullah dan para sahabatnya
    Siapa Rasulullah? Bagaimana kisahnya? Siapa saja sahabatnya? Banyak cerita menarik tentang Rasulullah dan para sahabat yang sangat menginspirasi dan memberikan banyak hikmah. Bisa kita beri contoh melalui keteladanan mereka. Kisah-kisah ini dapat menjadi representasi nilai Islam seperti apa. Sehingga di alam bawah sadar anak akan tertanam rasa cinta pada agamanya dengan nilai-nilai baik yang ada dari kisah Rasulullah dan sahabatnya.

Islam bukan sekedar agama yang anak kita anut karena mengikuti kita semata. Tanamkan pemahaman mengenai nilai Islam, mengapa harus Islam ke anak kita agar pondasi agama mereka kokoh tidak tegoyahkan. Yang paling penting adalah kita bisa menjadi teladan dan contoh seorang muslim yang baik bagi anak kita. Dengan terus belajar dan Istiqomah dalam menjadi seorang muslim yang baik, InsyaAllah kita akan dimudahkan dalam mendidik anak kita agar menjadi pribadi muslim yang cinta Islam.

Leave a Reply