Loading...
Parenting

Menerapkan Metode Islamic Montessori untuk Anak-anak  

 

“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya. Sungguh mereka akan menghadapi masa yang berbeda dari masamu.” (Ali bin Abi Thalib)

 

Barangkali diantara kita sudah tidak asing lagi dengan metode pendidikan Montessori. Montessori adalah suatu filosofi pendidikan yang pertama kali dikenalkan oleh Maria Montessori, pada tahun 1907. Dalam ajaran Montessori, anak-anak memiliki masa-masa peka atau sensitive periods dari lahir hingga usia 6 tahun.

Islamic Montessori adalah penggunaan pembelajaran Montessori untuk mendekatkan anak-anak kepada Allah SWT dalam membantu proses belajar mereka. Kurikulum kegiatan Montessori pada usia 3-6 tahun mencakup enam area, antara lain Islamic Studies, kegiatan sehari-hari, sensoris, bahasa, matematika, dan alam semesta.

Dalam mengaplikasikan kegiatan Islamic Montessori terbagi menjadi 3 hal, antara lain:

  1. Keimanan.

Kegiatan keimanan mencakup hal-hal yang berkaitan dengan Rukun Iman, yaitu mengenal Allah bahwa Allah Maha Pencipta, mengenal nama-nama Allah, mengenal malaikat, nabi dan rasul, serta kitab Al-Quran.

  1. Keislaman.

Kegiatan keislaman berkaitan dengan rukun islam, mengenalkan kalimat Tauhid dan Thayyibah, serta kegiatan ibadah seperti salat, zakat, dan haji, yang semuanya dikenalkan sesuai dengan perkembangan pola pikir anak.

  1. Kegiatan akhlak dan sopan santun.

Kita dapat mengajarkan akhlak yang baik melalui cerita kisah nabi dan sahabat untuk penanaman karakter. Juga mengajarkan sejarah Islam, dengan mengenalkan tempat bersejarah dan kisah Khulafau Rasyidin.

 

Untuk menerapkan berbagai kegiatan Montessori, kita dapat menggunakan prinsip EPEC. Prinsip EPEC terdiri dari menjelaskan kegiatan (Explain), mempresentasikan kegiatan (Presentation), mencoba kegiatan (Explore), dan kesimpulan kegiatan (Conclusion).

Salah satu contoh aktivitas Islamic Studies yang dapat dilakukan di rumah, misalnya mengajak si kecil untuk mengenal berbagai makhluk hidup ciptaan Allah (misalnya bunga, hewan, dan sebagainya). Kita juga bisa melakukan role play bersama si kecil untuk melakukan aktivitas seperti mengucapkan salam, mengucapkan maaf, tolong, dan permisi, mengajarkan adab makan dan minum, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, kegiatan keislaman bagi anak usia di bawah 6 tahun baru bersifat pengenalan dan bimbingan. Jangan sampai kita memaksa dan mendorong anak-anak untuk melakukan kegiatan yang kita inginkan. Perlu proses, waktu dan kesabaran untuk mencapai suatu tujuan.

Yuk, kita isi liburan bersama si kecil di bulan Ramadhan ini dengan kegiatan-kegiatan Montessori di rumah! 😉

 

Ky.

 

 

Sumber bacaan:

Zahira, Zahra. 2019. Islamic Montessori for 3-6 Years Old. Jakarta: Anak Kita

https://mommiesdaily.com/2011/06/28/menerapkan-metode-montessori-sehari-hari/

Leave a Reply