Memenuhi Kebutuhan Anak selama #dirumahaja

Memasuki tahun ajaran baru, dan anak-anak usia dini hingga jenjang kuliah masih harus melakukan pembelajaran secara daring. Hal ini tentu saja mulai memunculkan gejala kebosanan bagi anak-anak. Jangankan anak-anak, kita sebagai orang dewasa juga sudah mulai jenuh karena segala aktivitas harus dibatasi. Masa kanak-kanak adalah masa bermain dan bergerak bebas. Segala aktivitas yang tadinya dapat dilakukan dengan bergerak secara leluasa, kini harus dibatasi. Yang sebelumnya anak-anak selalu bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah, kini hanya bisa berkomunikasi melalui pembelajaran daring.

  1. Beraktivitas di Luar Ruang

Anak-anak perlu bergerak bebas di ruang terbuka untuk menyalurkan energinya dan menghirup udara luar. Meskipun di dalam rumah juga anak-anak tetap aktif bergerak, namun sesekali perlu mengajak anak untuk melakukan aktivitas di luar ruang. Tentu saja tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Ketika mengajak anak saya ke luar, saya selalu mengajak diskusi atau melakukan brief terlebih dahulu, terutama mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Selain itu, perlu diperhatikan juga mengenai kondisi area tempat kita mengajak anak beraktivitas di luar ruang. Apabila sekiranya tidak memungkinkan, cukup ajak anak untuk beraktivitas di halaman depan atau belakang rumah. Aktivitas yang dilakukan bisa bermacam-macam, mulai dari membantu membersihkan halaman, menjemur baju, menyiram tanaman, atau bisa bersepeda kalau memungkinkan. Hal ini bisa dilakukan sembari mengajak anak berjemur di pagi hari.

2. Bermain

Jangan lupa bahwa dunia anak-anak, terutama bagi anak usia dini adalah bermain. Bermain bagi anak-anak adalah hal yang menarik dan menyenangkan. Bermain memiliki berbagai manfaat, diantaranya dapat mengasah kemampuan dan kreativitas anak-anak. Hal ini dapat kita penuhi dalam jenis-jenis permainan tematik, maupun permainan bebas. Coba sesuaikan jenis permainan dengan usia dan perkembangan si kecil.

3. Berkomunikasi dengan orang lain

Sama halnya dengan orang dewasa, kebutuhan anak-anak berkomunikasi dan berinteraksi juga harus dipenuhi. Sediakan waktu khusus untuk berkomunikasi dengan anak-anak di rumah, bisa dilakukan di waktu jam istirahat atau setelah selesai bekerja. Berkomunikasi dapat dilakukan dengan membacakan buku, makan bersama, bermain bersama, dan sebagainya. Sesekali perlu juga ajak anak untuk berkomunikasi dengan kerabat melalui video call untuk saling menyapa dan bertukar kabar. Hal ini dapat memberikan pemahaman pada anak-anak bahwa orang lain juga #dirumahaja dan membatasi aktivitas ke luar rumah.

4. Belajar

Belajar juga merupakan salah satu kebutuhan anak-anak selama #dirumahaja. Aktivitas belajar yang tadinya dilakukan di sekolah, sekarang jadi harus dilakukan di rumah. Usahakan untuk memberikan waktu atau jadwal khusus anak-anak untuk belajar. Namun, tetap jangan memaksa anak bila memang dia tidak tertarik untuk belajar di waktu tersebut. Untuk mengatasinya, kita bisa mengemas aktivitas belajar dalam permainan. Jadi bermain sambil belajar, deh!

5. Membuat Jadwal

Meski sebagian besar aktivitas dilakukan #dirumahaja , anak-anak juga perlu jadwal yang konsisten untuk setiap kegiatannya. Misalnya kita dapat membuat jadwal dan kesepakatan dengan anak-anak mengenai waktu bangun tidur, mengaji, kapan waktunya hafalan, bermain, dan screen time. Hal ini juga dapat membantu kita sebagai orang tuanya untuk dapat mengatur waktu di rumah.

Memenuhi hal-hal tersebut dapat mengurangi resiko anak menjadi bosan dan stress. Karena anak yang stress akan mudah rewel dan hal ini bisa membuat suasana rumah menjadi tidak menyenangkan dan berdampak pada aktivitas sehari-hari.

Oleh sebab itu, meski #dirumahaja, pastikan kita juga memperhatikan kebutuhan anak-anak kita ya.

Editor : Shalahuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *