Loading...
Parenting

Bangun Pagi

Berapa banyak dari kita dahulu yang merasa kesulitan untuk bangun pagi semasa sekolah? Padahal sudah banyak kita ketahui manfaat dari bangun pagi dari sisi kesehatan fisik dan psikologis. Di antara manfaatnya adalah:

  1. Tubuh menjadi lebih segar karena menghirup udara pagi yang belum tercampur polusi udara
  2. Aliran darah lebih lancar karena aliran oksigen juga lancar
  3. Dapat menyerap vitamin D dari matahari pagi yang masih bersahabat
  4. Memberikan perasaan tenang dan enjoy karena memiliki waktu lebih dan tidak tergesa-gesa.

 

Islam pun menganjurkan bangun pagi sebagaimana tertera dalam berbagai ayat dalam Al-Quran dan hadits. Seperti hadits berikut,

Keberkahan bagi umatku mengalir di waktu pagi buta mereka” (HR Ath Thabrani dalan Al Ausath)

 

Ditinjau dari Islam, dapat kita lihat ada banyak pula manfaat yang ditawarkan dari bangun pagi. Di antaranya adalah:

  1. Membuka pintu rezeki. Dari hadits Imam Ath-Thabrani dan Al-Bazzar R. Huma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan.”
  2. Mendapatkan berkah dari Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” ((HR. Abu Daud no. 2606, Tirmidzi no. 1212 dan Ibnu Majah no. 2236)
  3. Menjauhkan dari sifat malas. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)

 

Lebih lanjut lagi, Islam mengajurkan kita untuk bangun sebelum subuh. Apa saja yang bisa dilakukan di waktu sebelum subuh?

  1. Shalat tahajud dan ditutup dengan witir.
  2. Membaca Al-Quran serta beristighfar kepada Allah meminta ampunan atas segala dosa.
  3. Shalat qabliyah subuh. Dari Aisyah radhiyallahu anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua rakaat shalat Fajar (sebelum subuh) lebih baik dari pada dunia dan seisinya,” (H.R. Muslim). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan salat sunah ini meskipun beliau dalam perjalanan sehingga dapat kita lihat betapa istimewanya shalat qabliyah subuh ini.
  4. Shalat subuh, yang dilanjutkan dengan dzikir pagi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa shalat fajar (shalat subuh) berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat (shalat dhuha), maka seakan-akan ia mendapatkan pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna, dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)

 

Sebagai orang tua, menjadi tugas kitalah untuk membiasakan bangun pagi untuk anak. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

  1. Merawat fitrah bangun pagi anak. Anak memiliki waktu tidur fitrah yang sudah terinstal dalam dirinya untuk bangun di dini hari, sekitar jam 3-4 pagi. Hal ini apabila dirawat dan dijaga akan mempermudah kebiasaan anak untuk bangun pagi seterusnya, sayangnya kebanyakan kita orang tua tidak mengetahui hal ini dan memilih menidurkannya lagi jika terbangun dini hari.
  2. Membiasakan pengondisian ruangan untuk membedakan siang dan malam sejak bayi baru lahir. Misalnya dengan mematikan lampu dan membuka gorden ketika siang, serta sebaliknya ketika malam. Anak juga akan lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan barunya di dunia ini.
  3. Memulai aktivitas di pagi hari dengan ceria. Dengan bangun lebih awal, kita memiliki waktu lebih untuk memulai hari dengan rasa sayang kepada anak. Ketika anak bangun, sambut dengan salam dengan mood yang ceria, tidak memburu-buru memulai aktivitas lain, sehingga hal ini dapat menjadi kebiasaan sampai kelak dewasa nanti anak tidak akan memulai pagi harinya dengan ketergesaan.

 

Selain makna harfiahnya, bangun pagi juga memiliki makna konotasi untuk pembelajaran hidup kita semua. Jika bangun pagi dengan makna literal dapat mengundang keberkahan dan rezeki, begitu pula bangun pagi dengan makna konotasi. Andaikan kehidupan kita di dunia ini dianalogikan dalam satu hari, dan cita-cita yang kita pilih untuk jalankan di dunia adalah aktivitas utama di suatu hari, akan lebih baik jika kita mengetahuinya dan memulainya sedini mungkin. Mengetahui cita-cita sejak awal akan membantu kita untuk membuat rencana yang matang untuk menuju cita-cita tersebut, memiliki waktu lebih banyak untuk mengeksekusinya, tidak membuang waktu, serta juga dapat memiliki waktu tambahan untuk membuat plan B-Z jika perjalanan tidak sesuai rencana. “Bangun pagi” memberikan waktu tambahan agar kita tidak tergesa-gesa dan gamang harus melakukan apa dalam menjalani hari dan menjalani hidup.

Leave a Reply