Babywearing dan Tumbuh Kembang Anak

Salah satu hal yang paling penting untuk diketahui oleh para orang tua khususnya ibu adalah teknik dan ilmu babywearing. Apakah itu?

Babywearing adalah aktifitas menggendong anak. Para orang tua pasti pernah merasakan menggendong buah hatinya. Tidak hanya ketika berusia balita, tapi bahkan sejak usia 0 bulan. Posisi menggendong pun beraneka ragam, mulai dari gendong miring, gendong depan, gendong samping, dibedong, dll. Hampir setiap hari kita akan menjumpai aktifitas ini, namun bisa jadi tidak semua cara menggendong itu menyehatkan. Tak jarang orang tua yang belum tahu teknik menggendong dengan benar justru mengalami cepat pegal. Bukan cuma itu, si kecil juga merasa tidak nyaman dan menangis.

Dalam ilmu babywearing, ada teknik menggendong yang bisa membuat kedua belah pihak (si ibu dan bayi) merasakan kenyamanan. Yaitu teknik menggendong M-shape. M-shape atau bentuk M adalah teknik menggendong bayi yang posisinya menyesuaikan sebagaimana perkembangan ia sejak dalam perut sang ibu. Posisi bayi yang awal mulanya tulang punggung berbentuk C, harus perlahan penyesuaiannya. Cara terbaik adalah membiarkan kaki si kecil berbentuk M ketika digendong. Lebih jelasnya bisa lihat gambar di bawah ini.

sumber: orami parenting magazine

Terlihat bahwa ketika usia bayi 0-3, tulang punggunnya berbentuk C (tampak samping – gambar bagian bawah). Ini sesuai posisi ia ketika ia masih di dalam perut ibu sejak awal pertumbuhan janin yakni lutut dan pinggul tertekuk ke arah tubuh bayi. Kalau orang Jawa bilangnya posisi mlungker. Nah ketika si kecil lahir, ia tidak bisa langsung lurus. Ia mempertahankan postur posisi janin sehingga butuh beberapa bulan sebelum sendi bayi berbaring dan lurus.

Sehingga, menurut Dr Charles Price dari International Hip Dysplasia Institute, posisi yang paling sehat dalam menggendong anak (babywearing) adalah posisi di mana letak lutut lebih tinggi dari bokong anak. Posisi ini disebut dengan M-Shape atau Frog Position. Bahasa lainnya adalah digendong pekeh. Posisi babywearing ini paling aman karena membuat panggul bayi terposisikan di dalam rongganya. Sehingga kemudian, menurut pernyataan beliau yang kami kutip dari laman Orami Magazine, posisi ini membantu meningkatkan perkembangan pinggul secara alami. Posisi ini juga kemudian tidak akan membuat bayi mengangkang hingga dewasa.

Dr Charles juga menjelaskan posisi yang tidak sehat untuk pinggul selama masih bayi yaitu ketika kaki dipegang dengan pinggul, dan kemudian lutut diluruskan. Umumnya juga kaki si bayi dirapatkan (dibedong). Posisi ini justru kebalikan dari evironment posisi si bayi ketika masih di perut ibu. Kekeliruan memperlakukan bayi di usia 0-3 bulan (newborn) khususnya ketika menggendong inilah yang diyakini menjadi salah satu potensi penyebab dislokasi pinggul (hip-dyslesia).

Efek samping dari kurang pasnya perkembangan pinggul anak kita adalah nantinya si kecil akan mudah mengalami keseleo. Buah hati kita juga akan mudah merasa nyeri atau bahkan perkembangan tidak seimbang (asimetris) antara kaki kiri dan kanan.

Kapan waktu yang tepat babywearing M-shape ini?

Berdasarkan penelitian dari School of Baby Wearing, posisi M-Shape bisa diterapkan pada si kecil dari newborn hingga 12+. Posisi ini sebaiknya dilakukan sampai Si Kecil mampu berjalan sendiri, dan aman serta telah ditetapkan sebagai standar internasional karena memiliki banyak manfaat.

Untuk bisa membuat bayi dalam berada posisi M-Shape ini, bunda harus memakai gendongan khusus seperti gendongan Soft Structure Carrier (SSC) atau gendongan dengan dudukan. Kalau masih newborn (usia 0-5 bulan), bisa juga gendongan jarit yang umum dipakai secara tradisi di desa-desa di Jawa.

Sumber: google, youtube

Maka mulai hari ini, yuk kita ubah mindset kita. Bahwa doktrin digendong pekeh (M-shape) karena khawatir kakinya terlalu ngankang kelak, atau ketakutan-ketakutan lainnya, adalah tidak benar. Justru ini adalah posisi terbaik untuk mensupport tumbuh kembang si kecil. Selain itu, bayi juga merasa nyaman, si ibu/ayah tidak mudah pegal. Untuk manfaat-manfaat lainnya akan disharing di artikel berikutnya ya.

Semoga bermanfaat.

Oleh : Lisa Listiana Harjunadhi
instagram: @lisaharjunadhi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *