Loading...
Marriage

Memilih Bahasa Cinta untuk Pasangan

Kapan terakhir kali Bunda dan Ayah saling memanggil dengan Bahasa Cinta? Hari ini, kemarin, satu minggu, satu bulan, atau bahkan sudah tak ingat kapan melakukannya?

Wah, jangan sampai itu terjadi, ya! Bahasa cinta adalah bahasa pengerat kalbu, penanda kita memperhatikan pasangan meskipun tidak dilakukan secara langsung. Mungkin ada yang beralasan sudah sibuk dengan anak-anak, jadi sering terlupa untuk melakukannya. Waduh, butuh dibuang jauh-jauh pemikiran demikian. Sebab mengeratkan hubungan antara suami-istri adalah langkah awal dari pengasuhan yang baik. Jalinan ayah-bunda positif maka itu akan berefek pada anak yang merasakan pengasuhan positif juga.

Kita sendiri dapat berkaca, betapa Rasulullah saw sudah mencontohkan hal demikian kepada kita. Beliau memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan hati istrinya. Romantisme adalah sesuatu yang diajarkan oleh beliau kepada kita pengikutnya. Jadi, mengapa mesti malu untuk melakukannya?

Sebenarnya mengungkapkan bahasa cinta itu cukup sederhana. Tak perlu banyak bermulut manis atau merayu gombal. Beberapa cara sederhana untuk menunjukkan bahasa cinta, misalnya:

  1. Bernada lembut kepada pasangan saat menyampaikan sesuatu;
  2. Memuji pasangan ketika berhasil melakukan sesuatu;
  3. Menyampaikan ungkapan cinta, baik secara lisan maupun bentuk lainnya, seperti surat atau kutipan catatan;
  4. Menghabiskan waktu bersama tanpa anak, contoh dengan makan bersama atau nonton berdua;
  5. Memberikan hadiah-hadiah kecil untuk pasangan tanpa mengenal hari penting;
  6. Membantu pasangan melakukan beragam pekerjaan di dalam rumah tangga, misalnya membantu masak, menyapu, membersihkan taman, dsb.;
  7. Memberikan pelukan atau rangkulan kepada pasangan, atau hanya sekedar menggenggam tangannya.

Contoh-contoh di atas memperlihatkan bahasa cinta itu ragam bentuknya. Semuanya bisa kita lakukan kepada pasangan kita. Hanya saja kita butuh mengenali mana yang paling membuat pasangan kita nyaman atau mana yang paling ia butuhkan saat ini.

Sebagai gambaran, bunda yang sedang kelelahan setelah mengasuh anak dan membersihkan rumah, mungkin membutuhkan sedikit uluran tangan untuk membantunya membersihkan sisa makan malam. Ayah mungkin membutuhkan waktu bersama bunda lebih lama hanya berdua saja tanpa anak-anak agar dapat mendiskusikan kembali visi dan misi rumah tangganya. Kondisi lain mungkin bunda yang sedang tertekan karena anaknya sakit membutuhkan pelukan dari ayah untuk menenangkan dirinya.

Jadi, kita sebagai pasangan ada baiknya mampu mengenali pasangan kita seperti apa agar bahasa cinta itu terekspresikan dengan baik dan dimaknai secara baik pula oleh pasangan. Jangan sampai kita memaksakan untuk mengungkapkan cinta setiap hari padahal pasangan kita sedang tidak membutuhkan hal itu, atau malah tipe yang tidak nyaman dengan ekspresi cinta yang kita sampaikan. Tentunya setiap pasangan akan memiliki keunikannya masing-masing maka temukanlah bahasa cinta yang memang hanya dimiliki ayah dan bunda untuk makin mengeratkan hubungan demi anak-anak tercinta. 

Leave a Reply