Loading...
MarriageParenting

Manajemen Waktu Keluarga

Setelah menikah, tentu kita merasakan banyak sekali hal yang berubah. Apalagi setelah memiliki anak, hidup terasa makin komplit karena kehadiran pasangan dan anak-anak yang memerlukan waktu dan perhatian. Dalam sehari 24 jam, waktu kita pun harus terbagi untuk mengerjakan berbagai aktifitas, kewajiban dan perhatian terhadap keluarga.

Islam mengajarkan, agar kita memiliki banyak aktifitas yang bermanfaat, termasuk dalam berkeluarga. Allah berfirman: “Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al-Insyirah: 7). Allah juga menegaskan akan pentingnya waktu dengan bersumpah atas nama waktu di banyak ayat. Karena waktu adalah kehidupan yang sangat terbatas sebagai anugerah, maka manusia harus menyadari sebaik-baiknya dan diisi dengan kesibukan yang baik.

Bagi para ibu, aktifitas untuk keluarga bisa dipastikan tak ada habisnya, dari sebelum subuh hingga menjelang tidur malam. Aktifitas domestik maupun kegiatan yang berhubungan dengan aktualisasi diri membutuhkan manajemen waktu yang cermat. Jika tak pandai memanajemen aktifitas tersebut, tak jarang kita kehabisan energi dan perasaan. Apabila ini terjadi, kadang ketegangan mulai terjadi atau perasaan bosan/jenuh menyerang hati.

 

Diantara cara mengisi waktu yang bisa menjadi pilihan agenda dalam rumah tangga, agar energi dan perasaan seluruh anggota keluarga tetap terjaga, adalah sebagai berikut:

  1. Couple time. Meskipun sudah memiliki anak, sepasang suami istri tetap memerlukan privasi baik ruang dan waktu. Pengaturan privasi ini dapat dilakukan dengan kesepakatan pasangan dengan pertimbangan keadaan di rumah masing-masing. Suami istri perlu ada waktu untuk berbicara dari hati ke hati, menjaga komunikasi agar tetap terbuka dan hangat satu sama lain. Hal ini dapat diwujudkan sesederhana pillow talk menjelang tidur. Atau apabila memungkinkan, dapat meluangkan waktu di hari libur untuk pergi berduasaja. Rasulullah sendiri menunjukkan teladan dalam hal quality time dengan para istrinya. Salah satu contoh yang masyur adalah ketika beliau bermain lomba lari dengan Aisyah. Pada lomba yang pertama Rasulullah kalah. Namun pada kali kedua setelah beberapa waktu yang cukup lama, Rasulullah menang sehingga beliau tertawa dan berkata, “Ini adalah pembalasan yang dahulu”. Rasulullah Saw juga pernah bersabda, “Segala sesuatu selain dzikrullah itu permainan dan kesia-siaan, kecuali terhadap empat hal; yaitu seorang suami yang mencandai istrinya, seseorang yang melatih kudanya, seseorang yang berjalan menuju dua sasaran (dalam permainan panah, termasuk juga dalam berlomba), dan seseorang yang berlatih renang.” (HR. An-Nasa’i. Shahih, kata Muhammad Abdul Halim Hamid).
  2. Family time. Waktu untuk keluarga ini dapat dibagi lagi menjadi keluarga inti dan keluarga besar. Untuk keluarga inti sendiri, sebaiknya selalu diluangkan setiap hari untuk berkumpul bersama meskipun sekadar mengobrol, berceritatentang aktivitas di hari itu. Akan lebih baik lagi apabila diagendakan secara berkala untuk kegiatan jalan-jalan bersama. Misalnya di akhir pekan atau sekali setahun berlibur ke tempat wisata. Hal ini penting untuk menjaga ikatan keluarga tetap erat. Sedangkan waktu untuk keluarga besar dapat diisi dengan silaturahim ke rumah orang tua, kakek nenek, serta kerabat lainnya baik kerabat dekat maupun jauh. Family time ini cenderung membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka perlu dialokasikan pula budgetnya dari pemasukan bulanan. Sesungguhnya dengan menyambung silaturahim ini, dapat meluaskan reze Rasululllah SAW bersabda: Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.”(HR. Mutafaq alayh)
  3. Oneon-one time with children. Untuk menjaga kedekatan anak dengan kedua orang tuanya, perlu juga diluangkan waktu berdua antara anak dengan ayah serta anak dengan ibu. Hal ini terkadang lupa dilakukan, padahal membesarkan anak dilakukan oleh kedua orang tua, yakni ayah dan ibu. Dengan menyempatan waktu one-on-one dengan anak-anak, mereka akan merasakan keseimbangan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Banyak hal yang dapat dilakukan berdua antara anak dan orang tuanya. Misalnya, ketika jatah waktu anak laki-laki bersama dengan ayah, dapat diisi dengan kegiatan outdoor seperti bersepeda, memancing, berlatih memanah, dan lain-lain.Dari pengalokasian waktu one-on-one seperti ini, setiap anak merasa memiliki hubungan yang spesial baik dengan ibu maupun ayahnya. Apabila sudah memiliki anak lebih dari satu, dapat dijadwalkan secara berkala, misalnya pekan ini adalah waktu ayah dengan kakak, ibu dengan adik, dan pekan depan sebaliknya.
  4. Social time. Sebelum kita menikah, tentu kita sudah memiliki pergaulan masing-masing. Pentingnya social time adalah untuk menjaga tali persahabatan agar tetap terjaga. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi kabar atau mengobrol melalui social media, atau ikut silaturahim/bertatap muka langsung. Tak jarang justru dengan sahabat lingkaran terdekat, mampu menjadi tim support hebat di kala membutuhkan.
  5. Me time. Mungkin tak sedikit dari kita menyadari akan me time. Adalah waktu di mana kita bersendiri/seorang diri saja. Setiap orang memiliki cara untuk meluangkan me time nya. Banyak diantaranya mengisi dengan menyalurkan hobi. Hal lain yang juga dapat dilakukan adalah melakukan refleksi diri. Agama kita pun mengajarkan agar kita meluangkan waktu untuk bermuhasabah. Diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab, beliau mengatakan:“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)” (HR. Tirmidzi). Dengan bermuhasabah, biasanya seseorang akan mendapatkan energi baru untuk melakukan banyak perbaikan. Bukankah hal itu positif untuk kebaikan diri dan keluarga?

Semoga Allah mudahkan kita sekeluarga mengisi waktu-waktu dalam kehidupan ini dengan penuh makna. Kita akan sukses apabila hari ini jauh lebih baik dari hari kemarin, baik secara pribadi, maupun keluarga dan mampu memberi manfaat yang luas kepada orang lain. Selamat beraktifitas 🙂

 

Leave a Reply