Loading...
Marriage

Keluarga Hijriyah

Apa yang ada di benak kita ketika mendengar kata Hijriyah? Pasti tak asing lagi bukan, bahwa momen ini adalah tahun baru Islam seluruh dunia. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, tahun baru Hijriyah biasanya identik dengan berbagai kegiatan dalam rangka memperingatinya. Betapa ummat Islam penuh hormat dan optimis menyambut 1 Muharram setiap tahunnya ini karena dianggap sebagai momentum perubahan menuju hidup yang lebih baik lagi.

Sebagai seorang muslim, kita tentu harus mampu menarik makna dari tahun baru hijriyah ini ke dalam lingkungan keluarga. Hal yang paling sederhana yang mampu kita lakukan adalah bermuhasabah bersama. Menurut kami, setidaknya ada beberapa pertanyaan mendasar dalam memaknai muhasabah di tahun baru hijriyah ini :
1) Sudahkah keluarga yang kita bangun telah sesuai dengan rencana besar hidup kita?
2) Sudahkah keluarga kita memiliki visi bersama yang kuat? hasanah (bahagia) di dunia dan akhirat, dan kelak masuk surga bersama-sama?
3) Sudahkah para anggota keluarga kita memiliki misi dan visi yang jelas dan target-target kehidupan?
4) Sudahkah kita menunaikan kewajiban kita kepada pasangan dan anak-anak dengan yang terbaik?
Dalam membahas target-target, perusahaan melakukan serangkaian meeting dan diskusi penting secara berkala. Berbagai strategi diaplikasikan untuk mencapai kinerja optimal. Ini adalah salah satu bentuk keseriusan membangun perusahaan dengan keuntungan di dunia. Lalu kemudian, apa kabar dengan keluarga kita? Adakah meeting mingguan untuk membahas target-target bersama secara serius? Adakah musyawarah keluarga untuk membahas program-program yang tak hanya bermanfaat di dunia namun hingga kehidupan abadi kelak di akhirat?
Di era milenial ini, sudah saatnya kita semua berkeluarga secara lebih serius. Karena tantangan di zaman ini juga sangat banyak dan serius. Jangan sampai kita kehilangan momentum terbaik kita di kehidupan yang hanya sekali ini, dalam membangun amal shalih untuk bekal di akhirat kelak melalui keluarga. Mari jujur kepada diri sendiri dan keluarga, bahwa membangun keluarga memerlukan keseriusan dan perhatian yang lebih besar lagi. Agar lahir generasi kokoh memimpin perbaikan ummat di masa yang akan datang.
Salah satu nasihat terbaik untuk keluarga, dari Ali bin Abu Thalib ra adalah “yuallimuhum wa yuaddibuhum” yaitu didiklah (mereka) dengan ilmu dan tanamkanlah adab. Dan semua upaya tersebut adalah dalam rangka agar melindungi diri dan keluarga dari siksa api neraka.
Jika muhasabah ini kita lakukan dengan tepat, maka Allah akan hadirkan kelembutan hati sekaligus kekuatan yang kokoh untuk berubah. Sehingga kemudian outputnya adalah meningkat keimanan anggota keluarga (mukmin/mukminun), senantiasa haus akan ilmu untuk memperbaiki diri dan in shaa Allah bisa menjadi insan pelopor kebaikan (muslih/muslihun).
Maka jika hendak kita tarik kesimpulan ringkas momen muhasabah keluarga hijriyah ini adalah bahwa setiap anggota keluarga bertanggung jawab (terlebih kepala keluarga) untuk senantiasa meningkatkan ilmu dan ketaqwaan bersama, membangun keluarga dengan pemikiran untuk menjadi generasi yang muslihun (pelaku perbaikan), memberikan seluas-luasnya manfaat dan senantiasa berorientasi pada kehidupan akhirat agar kelak masuk surga bersama-sama. In shaa Allah inilah kebahagiaan hakiki yang senantiasa kita panjatkan di setiap doa, fidunya hasanah wa fil akhirahtina hasanah.
 
Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1440 Hijriyah. Yuk menjadi keluarga hijriyah, yaitu keluarga yang istiqamah berhijrah agar disayang Allah. Wallahu’alam.
Oleh: Agastya Harjunadhi & Lisa Listiana (@listianaica)
Leave a Reply