Loading...
Journal StudyParenting

Tahap Perkembangan Janin dalam Al Qur’an dan Sunnah (Seri 2: Gambaran Rahim dalam Al Qur’an)

Artikel berikut ini merupakan ulasan lanjutan dari buku Human Development as Described in Al-Qur’an and As-Sunnah: Correlation with Modern Embryology karya sejumlah ahli embriologi Muslim seperti Abdul-Majeed A. Zindani, Keith L. Moore dan Mustafa A. Ahmed. Pada artikel ini akan dibahas mengenai penggambaran organ rahim di dalam Al Qur’an. Pada buku tersebut, ulasan ini masih satu pembahasan dengan seri sebelumnya, yakni tahapan nuthfah.

Dalam Al Qur’an, organ rahim disebutkan sebagai qararin makin sebagaimana Allah sebutkan dalam surah Al Mu’minun ayat 13 sebagai berikut:

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

Artinya: “Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam qaraarin makiin (tempat yang kokoh/rahim)”.

Istilah qarar makin juga Allah sebutkan dalam surah Al Mursalat ayat 21 berikut:

فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

Artinya: “kemudian Kami letakkan dia dalam qaraarin makiin (tempat yang kokoh/rahim),

Allah memberikan gambaran organ rahim sebagai qarar makin yang dalam Al Qur’an terjemah bahasa Indonesia umumnya diartikan sebagai tempat yang kokoh. Para ahli di dalam buku tersebut mengkaji istilah tersebut berdasarkan kata pembentuknya. Menurut para penulis, istilah qarar secara harfiah berarti “tempat menetap”. Kata tersebut menunjukkan hubungan antara janin dan rahim. Rahim sebagai tempat menetap janin selama sembilan bulan, sejak masih berupa nuthfah (zigot) hingga menjelang kelahiran sang bayi memiliki fasilitas yang sangat kompleks.

Di dalam rahim, janin dilindungi oleh cairan ketuban, membrane ketuban, plasenta, otot rahim yang tebal dan dinding perut. Rahim juga memiliki kemampuan mengembangkan ukuran sesuai dengan perkembangan janin. Hal ini menarik sebab tubuh manusia dalam kondisi normal akan menolak zat asing masuk ke dalam tubuh. Sementara janin yang merupakan perpaduan antara sel dalam tubuh Ibu dan sel dari luar (sperma) justru mendapatkan perlindungan dan nutrisi selama di dalam rahim tersebut. Sementara itu kata makin adalah istilah yang merujuk pada hubungan antara rahim dengan tubuh sang Ibu. Rahim dalam anatomi tubuh seorang wanita berada di tengah-tengah panggul, tepat di tengah tubuh. Rahim dikelilingi oleh otot, tulang dan ligamen yang menjadikan rahim posisinya kokoh di tempatnya sebagaimana terjemah literal dari istilah qarar makin.

Pemaparan di atas membawa kesimpulan dari para penulis bahwa Allah di dalam Al Qur’an telah memberikan penjelasan yang komprehensif dan lengkap mengenai rahim. Istilah qarar makin secara sederhana mampu menjelaskan kompleksitas struktur rahim, baik kaitan rahim dengan sang janin maupun hubungan rahim dengan tubuh sang Ibu. Pelajaran yang bisa diambil dari pemaparan ini adalah sebagai berikut:

  1. Besarnya kasih sayang Allah kepada manusia. Allah menjadikan rahim di dalam tubuh calon Ibu dengan struktur yang kompleks dan terlindungi sehingga mampu menopang pertumbuhan janin. Ditambah dengan kasih sayang sang Ibu, maka tidaklah mengherankan bahwa organ itu dinamai “rahim” yang menunjukkan kasih sayang Allah.
  2. Organ rahim yang menjadi tempat perkembangan janin perlu mendapat perhatian khusus dari para orang tua, khususnya calon Ibu yang bersiap atau merencanakan kehamilan. Gangguan dan penyakit yang mungkin menyerang rahim seperti miom dan kanker serviks perlu diantisipasi sejak masa perencanaan kehamilan. Gangguan kehamilan yang lain seperti hamil di luar rahim dan hamil anggur perlu juga dicegah sejak awal. Intinya, para calon orang tua harus memiliki ilmu yang cukup untuk mempersiapkan kehamilan, khususnya menjaga rahim sang Ibu.
  3. Kekokohan rahim akan menjadikan interaksi Ibu dengan sang jabang bayi akan dapat berjalan optimal. Karena itu, perbanyak interaksi dengan calon jabang bayi sehingga perasaan kasih sayang Ibu akan dapat dirasakan dengan baik oleh sang bayi.
Leave a Reply