Muhasabah Diri

Kita sering mendengar tentang pentingnya muhasabah diri, namun bagaimanakah cara konkritnya? Seringkali kita terhanyut oleh aktivitas sehari-hari, di malam hari sudah terlampau lelah untuk mengingat kapankah terakhir kali kita melakukan muhasabah diri. Ada yang berkata, bahkan banyak pula yang menganjurkan untuk memanfaatkan pergantian tahun untuk muhasabah diri. Namun, menurut saya pribadi, tidak perlu menunggu tahunan, kita bisa melakukannya bahkan setiap hari.

Muhasabah diri secara mendalam dapat dilakukan dengan merenung selama beberapa saat saja. Yakni dapat dilakukan dengan cara menuliskannya. Seperti tentang apa yang berusaha kita tingkatkan, apa yang berusaha diperbaiki, atau tentang hal kekurangan vs kelebihan. Dengan menulis, otak kita akan dapat lebih mengingat apa-apa saja yang membutuhkan perhatian lebih.

Sebagai seorang muslim, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan setiap hari sebagai sarana penunjang muhasabah diri.

  1. Mengawali hari dengan mengingat Allah. Mulai dari membaca doa bangun tidur, melaksanakan qiyamul lail, tilawah Al Quran, dan dzikir pagi. Selain itu bisa juga dilakukan dengan mengisi checklist amal yaumi sebagai evaluasi harian, adakah amal harian yang kurang dikerjakan. Selain itu checklist bulanan atau tahunan juga bisa membantu. Jika kita sudah terbiasa melakukan amal yaumi sehari-hari, lama-kelamaan kita tidak akan perlu mengisi checklist karena otomatis sudah menjadi kebiasaan.
  2. Mengingat nasihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Mu’adz bin Jabal. Rasulullah bersabda, “Aku memberikanmu nasehat, wahai Mu’adz. Janganlah engkau tinggalkan saat di penghujung shalat (di akhir shalat) bacaan doa: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik (Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur dan dalam memperindah ibadah yang baik kepada-Mu).” Hendaknya arti doa ini dapat benar-benar diresapi, memohon dipermudah dalam berdzikir mengingat Allah, dimudahkan untuk bersyukur, dan dibimbing untuk beribadah yang benar.
  3. Mengobrol dengan anak dan suami sebelum tidur. Membicarakan adakah tindakan kita hari ini yang kurang berkenan, atau malah mungkin ada tindakan-tindakan kita hari ini yang mereka sukai. Kita juga dapat saling memberikan feedback kepada suami dan anak-anak, saling minta maaf dan berterima kasih dengan tulus. Tidak lupa memanjatkan doa agar dapat masuk surge bersama-sama. Hal ini sebagai bentuk muhasabah diri dalam hubungan kita dan keluarga.
  4. Ikhlas dan memaafkan orang lain sebelum tidur, sambil meminta agar dosa-dosa kita juga diampuni oleh Allah SWT. Meskipun terkadang dirasa sangat sulit untuk memaafkan kesalahan orang lain, ingatlah bahwa kita juga memiliki banyak kesalahan pada sesama manusia dan Allah SWT, dan kita pun berharap segala kesalahan kita dapat dimaafkan. Ditambah doa untuk melembutkan hati kita dan hati teman-teman agar dapat memaafkan kita.
  5. Menutup hari pun dengan dzikir petang dan sunnah-sunnah sebelum tidur, seperti berwudhu, membersihkan tempat tidur, membaca ayat kursi dan surat 3 Qul sebanyak tiga kali dan dzikir-dzikir lainnya. Hal ini juga dapat dilakukan sambil mengajak anak-anak untuk membiasakan mereka. Meminta perlindungan Allah dari segala hal juga sebagai upaya untuk selalu mengingat Allah dan berterima kasih kepada Allah atas segala apa yang diberikan hari ini dan selama ini

Seluruh aktifitas kita di atas tidak lain adalah untuk menghidupkan hati dan menumbuhkan akhlak yang benar, buah dari ibadah kepada Allah. Sehingga kemudian kita bisa menjadi seorang muslim yang produktif, yang senantiasa ada hal positif yang bertambah setiap harinya. Jika sudah demikian, kehidupan insya Allah akan lebih bermakna, keluarga kita pun semakin bahagia/sakinah. Semoga Allah mudahkan, aamiin.

Editor: Shalahuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *