Loading...
Inspiration

Menjadi Istri Dambaan Surga

Istri dambaan surga adalah salah satu cita-cita wanita yang sudah memasuki fase pernikahan. Menghadapi berbagai tantangan dalam pernikahan yang tidaklah mudah membuat cita-cita ini seolah perlu usaha lebih demi meraihnya. Banyak sekali contoh shahabiyah yang berjuang dalam rumah tangganya untuk mendapatkan predikat istri dambaan surga. Sebut saja Khadijah R.A. yang dengan sabar menemani perjuangan dakwah Rasulullah. Atau Fatimah R.A. yang menjalani masa sulit berumahtangga dengan penuh sabar dan ikhlas demi mendapat ridha Allah. Mereka adalah contoh wanita kuat dan menjadi teladan bagi muslimah demi mencapai gelar istri dambaan surga. Lantas bagaimana usaha yang dapat kita lakukan agar menjadi istri dambaan surga?

1. Senantiasa menjaga kehormatan keluarga

 Menjaga kehormatan keluarga merupakan hal terpenting dalam berumahtangga. Seorang istri wajib menjaga kehormatan dirinya sendiri, kehormatan suami, dan kehormatan anaknya demi menjaga kehormatan keluarga.
Di era digitalisasi ini banyak sekali kemudahan bagi kita untuk berinteraksi dengan teman baik sejenis maupun lawan jenis. Oleh sebab itu sebaiknya diri ini senantiasa menjaga pergaulan baik di dunia nyata maupun maya demi menjaga marwah rumah tangga.
Apabila kita mendapati diri kita kesal dengan suami, janganlah langsung curhat di media sosial. Selesaikanlah masalah dengan suami. Atau semisal terdapat hal-hal lucu yang sekiranya dapat menurunkan kehormatan suami, alangkah baiknya tidak kita umbar di media sosial. Apabila kita menemukan teman kita yang tidak menjaga kehormatannya, sepatutnya kita mengingatkan dan menasihati.

2. Senantiasa menjadi pribadi cantik dan terhormat

 Fitrah seorang wanita adalah ingin selalu tampil cantik. Walaupun sudah cantik, tetap saja wanita menggunakan berbagai produk kecantikan untuk semakin mempercantik diri. Namun jangan salah kaprah! Kecantikan seorang istri hanya boleh dinikmati oleh suaminya saja. Lalu bagaimana jika kita harus keluar rumah? Haruskah tampil acak-acakan dan tidak cantik?
Demi menjaga kehormatan suami maka kita para istri juga harus menjaga kehormatan diri kita sendiri. Ketika keluar rumah bersama suami, tetaplah menjadi cantik agar suami merasa nyaman dan tidak malu dengan adanya kita. Namun perlu digarisbawahi, penampilan cantik seorang istri ketika di luar rumah harus dalam koridor sesuai syariat. Misalnya dengan tidak memakai makeup yang berlebihan, tetap memakai hijab, dan menggunakan pakaian yang tidak transparan atau ketat.
Seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Muslim (no. 2128) Rasulullah bersabda, “Dua golongan penghuni Jahanam belum pernah aku lihat. Kelompok yang disiksa dengan sebuah pecut (menyerupai ekor sapi). Kedua para wanita yang berbusana, namun telanjang, mereka yang mengenakan baju tipis dan transparan.”

3. Mampu menenangkan diri dan meredam ego

Salah satu hal yang bisa memicu pertengkaran dalam rumah tangga adalah ego dalam diri masing-masing pasangan. Sebagai seorang istri yang shalihah sudah seharusnya kita dapat menahan ego dan menenangkan diri saat amarah sedang berkecamuk. Rumah tangga yang bertahan lama bukan berarti di dalamnya senantiasa adem ayem tentrem. Terkadang kemampuan diri seorang istri dalam menahan ego dan amarah menjadi faktor utama terselematkannya pernikahan dari pertengkaran yang tidak ada gunanya.
Ketika sedang kesal atau menginginkan sesuatu, hendaklah kita sebagai istri menenangkan diri dan mengajak diskusi suami. Sehingga kehormatan suami dapat terjaga dan beliau tidak tersinggung. Tidak perlulah kita menuntut terlalu banyak kepada suami sehingga menjadikan suami tertekan dan rumah tangga menjadi tidak sehat. Lapangkanlah dada, tenang, dan jauhkan sifat egois dalam berumah tangga.
Hal yang dapat menyelematkan kita dari sifat egois dalam berumah tangga adalah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Keimanan dan ketakwaan dapat merendahkan hati seseorang sehingga mampu menggunakan hatinya untuk saling bicara, mengutarakan pendapat tanpa kemarahan, dan menerima pendapat tanpa keegoisan.

4. Memberikan pengasuhan terbaik untuk anak

Anak adalah anugerah dan ujian bagi setiap orang tua. Sebagai ibu sudah menjadi kewajiban kita memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anaknya. Bagaimana cara memberikan pengasuhan terbaik bagi anak?
Pertama senantiasa kita menjalankan peran terbaik sebagai ibu dengan mengharap ridha Allah semata. Kita lakukan dengn ikhlas dan sabar. Karena sejatinya tanpa pertolongan Allah, pengasuhan anak adalah hal yang tidak mudah. Selain itu mari senantiasa mendoakan anak kita agar hati pikirannya senantiasa dijaga dan dilindungi Allah, agar selalu menjadi anak shaleh dan shalihah dambaan surga.
Kedua senantiasa memperhatikan pengasuhan anak sesuai tahap perkembangannya. Carilah ilmu pengasuhan anak yang terbaik agar pengasuhan yang kita berikan sesuai dengan tingkatan usianya. Ini adalah salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah yang telah memberikan buah hati di tengah-tengah rumah tangga kita.
Ketiga, bangunlah peran suami dalam pengasuhan anak agar anak merasa disayang dan suami merasa dihargai. Memang terkadang tidak semua suami mampu sesempurna kita dalam pengasuhan anak. Namun tidak usahlah kita memarahi suami. Berikan apresiasi terhadap hal yang dilakukannya, lambat laun suami akan semakin terbiasa, mahir, dna percaya diri dalam membantu istri dalam pengasuhan anak.
Menjadi istri dambaan surga memang bukan hal perlu dilakukan dengan sabar, ikhlas, dan mengharapkan ridho Allah. Kita tidak bisa berjuang mendapatkan surga Allah tanpa andil dari suami dan anak-anak. Oleh karena itu semoga Allah senantiasa mudahkan kita dalam meraih surga yang kita dambakan. Amin.
Sumber:
Shobari, Ahya Alfi. Istri dan Suami yang didambakan surga. Araska Publisher: 2016.
Leave a Reply