Loading...
Inspiration

Memupuk Syukur

Menjadi ibu rumah tangga, mengerjakan tumpukan tugas-tugas rumah tangga dan melakukan rutinitas pengasuhan anak yang seakan tak kunjung selesai, terkadang membuat kita lupa mengucap syukur atas semua nikmat yang Allah berikan. Padahal di luar sana, banyak wanita yang mengharapkan peran ini, menjadi seorang ibu. Padahal sebagai makhluk-Nya, kita hendaknya menjadikan tiap tindak-tanduk kita didasarkan pada niatan untuk memperoleh ibadah dari-Nya. Setiap yang kita jalani haruslah dilakukan semata-mata kerena Allah, Sang Pencipta kita.

Allah SWT berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7 yang artinya

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

Maka perlu bagi kita untuk mengingatkan diri agar menjalani peran ini dengan penuh rasa syukur. Dan mulailah dari hal-hal kecil untuk memupuk syukur kita kepada Allah.

Pertama, mulailah hari kita dengan niat yang tulus didasarkan pada Allah semata. Saat baru saja terbangun dari tidur, tentu kita memiliki energi baru untuk beraktivitas. Maka setelah doa bangun tidur, kita bisa juga meniatkan keberkahan dalam tiap aktivitas kita, misalnya “Ya Allah, jadikan tiap aktivitas yang hamba lakukan mendapatkan keberkahan dari-Mu”. Mulailah hari dengan ungkapan syukur dan permohonan keberkahan untuk hari yang akan kita jalani.

Kedua, dalam konteks rumah tangga, kita seyogyanya senantiasa memperindah rasa syukur kita atas apa yang Allah karuniakan kepada kita, yakni pasangan kita, anak-anak kita. Yang jauh lebih penting lagi adalah mewujudkan syukur itu dengan membangun keluarga sesuai dengan apa yang Allah inginkan. Dimulai dengan niat yang tulus dan ikhlas hanya mencari ridha Allah semata. Kemudian sebagai suami hendak mencari nafkah yang halal saja, serta mendawamkan doa “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi).

Lalu bagi istri, hendaknya menanamkan mental agar merasa cukup dengan pemberian suami, meski mungkin terlihat sedikit namun yang penting halal dan berkah. Pesankan kepada suami di setiap pagi, agar mencari rizki dengan cara-cara halal. Tegaskan bahwa kita dan anak-anak kita lebih mudah menahan lapar di dunia, daripada menahan panas api neraka kelak. Dengan begitu, rumah tangga akan mudah untuk dibina dalam ketaatan sehingga tercipta lingkungan yang harmonis. Anak-anak pun akan mudah untuk dididik dan diarahkan untuk menjadi anak yang sholeh/solehah, bermanfaat bagi agama, bangsa dan negaranya.

Ketiga, bersyukur sebelum menutup mata. Mensyukuri setiap keberkahan yang sudah Allah beri sepanjang hari terkadang menjadi aktivitas yang terlewat sebelum kita terlelap. Padahal begitu banyak nikmat yang Allah berikan, seperti bernafas, berpikir, beraktivitas, dan banyak lainnya. Tak harus melakukan hal yang besar dahulu baru kita bisa bersyukur. Justru dengan mensyukuri hal kecil kita, makna yang kita dapatkan bisa lebih mendalam. Cobalah mengucap syukur menjelang tidur seperti “Terima kasih ya Allah, atas segala nikmat yang telah Engkau berikan hari ini”

Menjadikan Allah sebagai alasan dari tiap perbuatan kita (Ikhlas ubudiyah), itulah kunci syukur. Memang tak mudah, namun bukan berarti tak dapat dilakukan. Yuk kita coba lakukan tiga hal di atas secara rutin setiap harinya. InsyaAllah akan ada perbedaan dalam memandang kehidupan. Semoga kita terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Semoga Allah mudahkan kita untuk senantiasa memaknai setiap perjuangan kita untuk meraih surgawi. Aamiin

Oleh: Nurindah/Lisa Listiana

Leave a Reply