Loading...
Inspiration

Hari Ibu

IBU

Sungguh ibu adalah sosok yang teramat mendalam maknanya. Setiap orang pasti memiliki pengalaman akan sentuhan dan kasih sayang ibu. Kasih sayang yang tak lekang oleh waktu dan tanpa batas. Betapa istimewanya perempuan yang bergelar ibu, ia menjadi pelengkap separuh agama suaminya dan pendidik pertama nan utama untuk anak-anaknya.

Dalam perjalanan berumah tangga, menjadi seorang ibu merupakan fase baru yang penuh dinamika dan sarat hikmah. Banyak sekali perubahan baik psikis maupun fisik, tersebab karena peran fitrahnya yang mengandung, melahirkan, menyusui dan menjadi madrasah bagi anak-anaknya. Tapi dengan kodrat itu, kaum ibu telah mendapatkan kemuliaan 3x lebih dari pada laki-laki sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alayhi wasallam.

Hadisttersebut dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata,

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Keistimewaan ibu yang lain adalah ia menjadi istri yang berperan sebagai penyempurna separuh dari agama suaminya. Kehadirannya membawa lipatan pahala dalam suasana beribadah bersama keluarga. Kehangatannya menjadi penyemangat setiap anggota keluarga untuk menjalani kehidupan. Doa dan ikhtiar perlu senantiasa diupayakan oleh para ibu sehingga mampu memfasilitasi anak menjadi shalih/shalihah, bermanfaat dunia dan akhirat bagi agama dan sesama.

Bertepatan dengan peringatan hari ibu, 22 Desember 2018, adalah momentum kita untuk mengingat kembali akan besarnya kasih sayang dan pengorbanan ibu. Momentum untuk mengingat agar memperbaiki bakti kita kepadanya. Dan tak lupa senantiasa melangitkan doa-doa terbaik untuk keberkahan kehidupannya.

Bagi saya pribadi, menjadi seorang ibu justru semakin meluaskan hati untuk semakin mencintai ibu kita. Semakin memahami dalamnya perasaan ibu kita yang selalu ingin tahu bagaimana kabar putrinya yang telah berkeluarga dan memiliki anak. Rasanya perasaan ibu tak akan berubah, sebagaimana perasaan kita kepada anak yang kita lahirkan. Cinta dan kasih sayang yang tak akan pernah tergantikan.

  1. Oh ibu, semoga kelelahan dan pengorbananmu, menjadi amal shalih yang berbalas surgaNya. Semoga pertolongan, rahmat dan kasih sayang Allah senantiasa mengiringi ibu. Dan kita semua yang juga seorang ibu, semoga senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk memperindah bakti kita kepada orang tua dan suami. Serta semoga kita dimudahkan olehNya untuk terus belajar dan memperbaiki diri agar benar-benar menjadi madrasah sejati bagi anak-anak kita.

Rabbighfirli wali-wali daiya, warhamhuma kama rabbayani shagira. Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waja’alna lil muttaqina imama.

Oleh: Lisa Listiana (@listianaica)

Leave a Reply