Loading...
InspirationParenting

Aktifitas: Bangun Di Awal Pagi

Bangun Di Awal Pagi
dokumentasi: Harjunadhi

Di setiap hari, anak kita masing-masing tentu sejak kecil harus dibiasakan untuk bangun tidur tepat waktu sebelum beraktifitas. Dan itu adalah waktu subuh.

Bagi bayi atau balita, tentu masih sulit mengendalikan jam tidur. Namun bukan berarti kita tak bisa mengaturnya. Sejak bayi hingga saat ini, kami belajar disiplin untuk membangunkan putra kami di waktu subuh seketika adzan. Dahulu ketika masih bayi (mulai usia 2 bulanan), kami isik-isik dan cium-cium kening, pipi, atau hidugnya si kecil hingga ia menggeliat sadar. Diawali dengan doa bangun tidur, kami ajak dialog dengan kata-kata yang membahagiakan bagi siapapun yang mendengarnya. Tak hanya si kecil, tapi umminya atau abinya pun senyum-senyum selalu.

Pengalaman kami ini ternyata cukup efektif agar anak ngeh seketika adzan berkumandang. Penyadaran suara adzan yang awalnya subuh saja, kami lanjutkan ke shalat-shalat berikutnya. Setiap kali ada adzan kami ucapkan “Allaahuakbar … tuh nang, adzan niku panggilan Allah…”.  Sehingga sampai sekarang setiap adzan, putra kami selalu ngeh dan menjawab dengan “Awooh.. (maksudnya Allah)“ (dengan muka yang penuh perhatian, bahkan sekarang sudah bisa mengangkat tangan menirukan gaya adzan  🙂 )

Menurut kami, pendidikan kepada anak sejak bangun di awal pagi ini amat penting dengan tujuan untuk menghidupkan jiwa si kecil yang sedang tumbuh. Agar jiwa si kecil menyatu dengan waktu berkah pagi hari. Selain itu pendidikan bagi orang tua tentu justru jauh lebih penting, yaitu membiasakan diri memulai hari dengan shalat malam terlebih dahulu sebelum membangunkan si kecil.

Nah begitulah kami mengawali pagi, menyambutnya dengan penuh kebahagiaan.. Mengungkapkan kepada si kecil, juga kepada pasangan kita ungkapan-ungkapan yang merekahkan senyum, doa-doa, meluaskan hati dan menghidupkan jiwa. Dan inilah juga yang diteladankan oleh baginda rasulullaah saw, kami kutip dari Al Yawn An Nabawy dari Parenting Nabawiyah, Kala Bilal mengumandangkan azan, Rasulullah bangun, dan hal pertama yang beliau lakukan adalah mengambil siwak dan bersiwak (karena siwak itu membahagiaan Allah dan untuk kebersihan). Setelah itu membaca:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya jua kita semua dibangkitkan.” (HR. Bukhari Muslim)

Setelah itu beliau bangun. Jika perlu mandi, beliau mandi. Jika perlu berwudhu maka beliau berwudhu.  Setelah itu beliau shalat sunnah dua rakaat  fajar. Seusai sholat, jika istri beliau sudah bangun, beliau menuturkan/membisikkan kata-kata yang menyenangkan dan membahagiakan. Sungguh bagaimana perasaan dan hati seorang istri yang memulai hari di awal paginya dengan kata-kata cinta dari suaminya? Pasti membahagiakan bukan?

Hal ini rutin setiap hari nabi kita lakukan. Bagaimana dengan kita?

Wah, rasanya masih banyak yang terlewat momen-momen kecil nan sederhana ini di pagi hari.

Wah, rasanya masih banyak yang terlewat momen-momen kecil nan sederhana ini di pagi hari. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan mengamalkannya ke dalam keluarga kita aamiin. 🙂

Oleh: Harjunadhi.

Leave a Reply