Loading...
FinanceParenting

Mengenalkan Tauhid Lewat Pendidikan Finansial Sejak Dini

Penanaman tauhid sejak dini adalah ruh penting dalam pendidikan Islam. Ketika anak-anak sejak kecil sudah mengenal siapa Allah dan bagaimana mereka diajarkan untuk menumbuhkan kasih dan cinta kepada Allah, Insha Allah mereka akan senantiasa memiliki pondasi yang kokoh dalam beragama dan melaksanakan setiap rutinitasnya sesuai syariat Islam.

Pemahaman ilmu tauhid yang baik akan menghasilkan amalan dan akhlak yang baik pula.
Setiap manusia yang memiliki tauhid dalam dirinya akan memiliki kontrol atau pengawasan ruh yang kuat. Kontrol ruh tersebut ada dua diantaranya adalah kontrol spiritual/ruh dan kontrol fisik.
Lalu bagaimana korelasi antara tauhid dengan pengajaran finansial sejak kecil?

Mengenal Konsep Rezeki sejak usia 0 tahun
Hal pertama yang diajarkan kepada anak tentang tauhid ini adalah soal konsep rezeki. Anak batita mungkin belum mampu mengenal konsep uang dengan baik. Namun orang tua dapat mengenalkan konsep rezeki yang mampu mendekatkan anak ke pemahaman tauhid. Rezeki dari siapa? Allah! Jika ingin sesuatu minta ke siapa? Allah! Jika mendapat sesuatu bilang apa? Alhamdulillah, segala puji bagi Allah! Hal ini akan membuat anak merasa dekat dengan Allah. Karena yang selama ini memberikan nikmat adalah Allah. Anak juga menjadi lebih terbuka pemikirannya karena konsep rezeki bukan melulu soal uang, namun ada kuasa Allah dibaliknya.

Mengenal Konsep Usaha pada usia 3 – 5 tahun
Darimana Allah datangkan makanan untuk kita? Bagaimana bisa sepeda dan mainan ada menjadi milik kita? Menceritakan usaha ayah dan ibu dalam bekerja untuk mencari rezeki yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidup dapat menjadikan anak paham jika ada usaha untuk menjempit rezeki dari Allah. Ceritakan proses meraih rezeki halal, apa pekerjaan ayah, apa pekerjaan ibu. Selain melalui bekerja ada usaha doa juga yang senantiasa dipanjatkan di setiap shalat dan waktu. Mulai usia ini kita juga bisa mengajak anak untuk berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, misal melalui berdoa atau melakukan hal-hal baik tertentu.

Mengenal Konsep menabung pada usia 5 – 9 tahun
Setelah menginjak usia 5 tahun anak-anak cenderung mampu lebih mudah diajak berkomunikasi. Saat memasuki usia inilah sebaiknya orang tua mulai mengenalkan penggunaan uang dengan lebih bijak. Misalnya dengan mengajarkan konsep menabung. Jika anak ingin sesuatu, anak harus tahu bahwa butuh uang untuk membelinya (selain doa kepada Allah). Anak diminta untuk menabung terlebih dahulu. Atau bisa juga jelaskan manfaat menabung untuk masa depan. Berilah reward ketika anak selesai menabung. Agar anak merasakan manfaat dari usaha menabungnya. Konsep menabung ini bisa mulai diajarkan melalui celengan agar anak mendapatkan sensasi nyata dari menabung. Denfan menabung ini diharapkan anak-anak dapat berikhtiar sebelum tawakal kepada Allah dalam memohon sesuatu.

Mengenal Perencanaan dan Kemandirian sejak usia 9 tahun
Menginjak usia 9 tahun, anak-anak mulai memasuki fase mendekati baligh. Di usia ini, anak-anak bisa diajarkan tentang tanggung jawab pengelolaan keuangannya melalui perencanaan keuangan sederhana. Beri anak pemahaman tentang apa saja kebutuhannya, kemudian perlu menghabiskan berapa banyak uang dalam memenuhi kebutuhannya. Mengajarkan anak untuk memilah hal yang dibutuhkan dan diinginkan juga bisa menjadi salah satu alat bantu untuk mengajarkan perencanaan keuangan pada anak. Mulailah beri kepercayaan pada anak secara bertahap untuk mengelola uang jajannya sendiri. Misalnya dari 100% uang jajannya, mereka akan mengalokasikannya untuk apa saja. Beri contoh misal pengalokasian untuk hal dasar dan tabungan. Dengan ini anak akan menyadari kebutuhannya apa saja dan apa saja usaha yang perlu mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhannya. Selain melatih kemandirian anak, konsep ini dapat mengajarkan anak agar tidak berperilaku mubadzir.

Mengenal Konsep Sedekah dan Zakat
Dalam islam sedekah dan zakat merupakan ibadah yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan beragama. Anak-anak pun sudah seharusnya diajarkan konsep sedekah dan zakat sedari kecil. Selain mendapatkan pelajaran sedekah dan zakat di sekolah, orang tua pun dapat memberikan contoh langsung kepada anak tentang sedekah dan zakat ini. Bisa dimulai dari anak usia dini, dengan meminta tolong memasukkan uang ke kotak amal masjid kemudian menceritakan tentang sedekah. Mulai dari urgensi sedekah hingga manfaat sedekah. Selain itu orang tua bisa juga mengajarkan anak berzakat, misal saat hari raya idul fitri. Ajak anak untuk ikut membayarkan zakat fitrahnya. Berikan pembelajaran dan pengalaman langsung kepada anak, agar anak lebih memahami perintah berzakat yang diperintahkan oleh Allah.

Itulah beberapa hal yang dapat melatih kecerdasan finansial anak-anak kita sekaligus menambah kecintaannya kepada Allah. Semoga dengan ini anak-anak kita akan mampu memiliki kontrol spiritual dan fisik yang baik terutama dalam pengelolaan keuangan, dan kemudian anak-anak kita senantiasa dicintai dan mencintai Allah.

Leave a Reply