Loading...
CulinaryParenting

Serba Serbi Makanan Pendamping ASI (MPASI)

Dokumentasi: Harjunadhi Studio

Setelah Alfath berusia 6 bulan, aku mulai mengenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). MPASI pertama yang aku berikan waktu itu adalah pepaya. Entah karena pepaya makanan pertama atau karena memang cocok dilidah Alfath kala itu, jadilah pepaya makanan favorit Alfath. Ketika Alfath mulai tidak mau makan menu lain, aku selalu back to pepaya, hehe. Mungkin ummies juga perlu mengamati makanan apa yang paling disukai si kecil, sehingga ketika dia mulai bosan dengan menu lain, kita bisa coba menawarkan kembali menu favoritnya.

Kombinasi aneka buah

Selain pepaya, aku juga mulai memberikan opsi makanan lain yang kebanyakan adalah buah. Mulai dari apulkat, pisang, buah naga, mangga, jeruk, kaboca, pir, apel, kurma. Menu buah ini aku selang seling secara bergantian setiap 3-7 hari, tergantung respon Alfath terhadap makanannya. Oia, sepertinya setiap bayi punya level of acceptance sendiri-sendiri terkait tingkat kehalusan makanan, jadi ummies perlu sesuaikan dengan kondisi masing-masing anak ya.

Alhamdulillah Alfath waktu itu tergolong sangat kooperatif (peluk cium buat Alfath:*). Buah yang lunak seperti pepaya, mangga, kurma (tanpa kulit tipisnya) cukup dihaluskan dengan sendok. Untuk apulkat, pisang, buah naga malah bisa langsung dikerok dari buahnya. Untuk buah lain, seperti pir atau apel dan labu atau kaboca perlu dikukus dulu baru dihaluskan dengan sendok. Awalnya MPASI yang aku berikan hanya 1 jenis, berangsur aku mulai mengkombinasikan antara 2 sampai 3 jenis.

Makanan yang dihaluskan

Nah, mulai umur 8 bulan Alfath mulai makan bubur dengan berbagai alternatif sayur dan lauk yang dihaluskan. Eyang Alfath waktu itu berinisiatif untuk menggiling 1kg beras merah menjadi tepung beras merah dan 1kg kacang hijau menjadi tepung kacang hijau. Setelah digiling dan disaring, masing-masing tepung disimpan ditoples. Jadilah ketika kembali dari mudik lebaran, aku membawa 2 toples tepung untuk bahan MPASI Alfath. Bagi aku pribadi yang menghindari penggunaan bubur bayi instan, ide ini sangat membantu. Menyiapkan makanan untuk Alfath cukup mencampur tepung beras merah atau kacang hijau, sayur dan lauk yang sudah dihaluskan dan memasaknya diatas api sedang sampai matang. Karena HB Alfath relatif rendah, jadilah buah bit yang sudah dihaluskan menjadi campuran bubur Alfath setiap harinya.

Opsi sayuran yang waktu itu aku berikan ke Alfath diantaranya wortel, labu, bayam. Sedangkan untuk lauknya selang seling antara ati ayam kampung/jantan, daging ayam atau sapi, dan berbagai jenis ikan. Meski bahan dasarnya sama, kombinasi menunya berganti-ganti setiap 2-3 hari sekali. Setelah gigi Alfath semakin banyak bersamaan dengan habisnya stok tepung, sekitar Alfath usia 12 bulan, aku memutuskan untuk menggunakan nasi yang dihaluskan untuk pengganti tepung. Sayur dan lauknya juga tidak lagi dihaluskan, melainkan cukup dibuat sup atau dikukus.

Karena ingin membiasakan Alfath lebih banyak makan buah dan sayur, jadilah sarapan Alfath setiap hari adalah buah, kadang plus roti. Siang menu bubur atau nasi dengan berbagai kombinasi sayur dan lauknya. Dan sore hari biasanya buah lagi atau ikan kukus atau makanan olahan seperti siomay dan dimsum.

Begitu kurang lebih menu MPASI Alfath sampai hari ini. Tentu ummies bisa menyesuaikan tahapan pemberian MPASI sesuai kondisi masing-masing putra putri kita. Happy MPASI ummies:)

@Listianaica

Leave a Reply