Loading...
Culinary

Makanan yang Thoyyib

Apakah makanan yang thoyyib itu? Mengapa hal ini menjadi penting untuk diperhatikan? Mengapa tidak sekadar halal saja?

 

Allah berfirman dalam QS Al Maidah: 88

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (QS. Al-Maidah : 88)

 

Menurut tafsir Al-Muyassar/Kementerian Agama Saudi Arabia, halalal thayyiban artinya yakni yang tidak haram dan menjijikkan, sedangkan menurut tafsir Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah, makanan halal adalah yang tidak haram, bukan yang didapat dari mencuri, merampas, mengambil tanpa hak, serta makanan yang baik adalah makanan yang tidak kotor.

 

Dengan demikian, pertimbangan kita dalam persoalan makanan menjadi tidak hanya tentang halal-haramnya, namun juga cara memperolehnya serta manfaat yang diberikan makanan tersebut. Dengan kata lain, makanan thayyib adalah yang makanan yang baik, yang didapatkan dengan cara yang baik pula, sehingga tidak membahayakan tubuh kita, baik dari penyakit di dunia maupun dari api neraka.

 

Diawali dengan cara mendapatkannya. Makanan haram, selain mengundang azab di neraka, juga membuat tertolaknya doa seseorang di dunia.

 

Dari Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنَ السُّحْتِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ

Siapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas untuknya.” (HR. Ibnu Hibban 11: 315, Al Hakim dalam mustadroknya 4: 141. Hadits ini shahih kata Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 4519)

 

Dan dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)

 

Persoalan makanan ini bahkan disandingkan dengan perintah beramal yang shalih (Al Mu’minun: 51) dan dengan perintah bertaqwa pada Allah (Al Baqarah: 168) sehingga jelas sekali tingkat kepentingannya.

 

 

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thoyyib (yang baik), dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mu’minun: 51).

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

 

Dalam Al Qur-an, disebutkan beberapa makanan yang diharamkan adalah bangkai, darah, babi, binatang yang disembelih selain menyebut nama Allah, khamr atau minuman memabukkan, binatang bertaring, dan binatang yang hidup di dua alam. Pada dasarnya, hanya sedikit makanan di muka bumi ini yang tidak halal, namun seiring dengan perkembangan jaman, makanan-makanan yang haram ini bisa saja masuk ke dalam makanan lain dalam proses pengolahannya, seperti alcohol atau gelatin yang banyak digunakan untuk makanan saat ini. Karena itu, saat ini sertifikasi halal dari lembaga Islam menjadi sangat penting dan sangat membantu kita sebagai masyarakat awam yang kurang mengerti proses pembuatanan makanan dari awal sampai akhir.

 

Selain dengan cara memperoleh yang baik, makanan yang thayyib juga sudah seharusnya memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan kita. Secara umum, dapat kita pahami kriteria makanan yang baik adalah makanan yang alami, tidak mengandung zat kimia tambahan, mengandung gizi yang baik untuk tubuh, masih segar atau tidak basi, serta tidak berlebihan. Selain itu, penting juga bagi kita untuk meneladani gaya hidup Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan memakan makanan yang disukai Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam seperti buah kurma, tin, zaitun, madu, dan susu, dengan mengharap pahala, berkah, dan manfaat dari Sunnah Nabi.

 

Yang tidak kalah pentingnya adalah juga menjaga adab ketika makan, seperti:

  1. Makan dan minum dengan tangan kanan,
  2. Makan dengan tiga jari (jempol, telunjuk, dan jari tengah),
  3. Tidak berdiri
  4. Duduk tidak bersandar
  5. Berdoa sebelum dan setelah makan
  6. Tidak meniup makanan
  7. Mengambil dari pinggir
  8. Minum dalam tiga tegukan.
  9. Tidak langsung tidur setelah makan.

 

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

 

https://tafsirweb.com/1972-surat-al-maidah-ayat-88.html

https://media-islam.or.id/2012/05/14/makanan-yang-halal-dan-baik-halalan-thoyyiban/

https://rumaysho.com/2185-pengaruh-makanan-yang-haram.html

https://jubah.id/cara-dan-pola-makan-rasulullah/

Leave a Reply