Loading...
CulinaryFinance

Dinamika Nafsu Makan Anak: Jika Susah Makan, Bagaimana?

jika anak susah makan

jika anak susah makanBeberapa hari terakhir ini Alfath susah makan. Dari biasanya yang sarapan buah dan roti, siang nasi dan sayur, sore buah dan makanan kukus (kadang ikan rebus atau siomay) plus beberapa kali cemilan ketika sedang main dan tentu tak ketinggalan ASI, menjadi hanya mau makan beberapa potong buah, roti, dan sedikit camilan. Dengan menurunnya jumlah makanan yang dimakan, alhasil frekuensi ASI requirement-nya meningkat tajam (baca: ummies jadi musti lebih banyak isi bensin biar supply ASI nya tetap mencukup ya :P)

Hanya sementara

Awalnya sempat sedih karena Alfath susah makannya (kalau kata suami, aku yang kelewat baper sih), tapi setelah coba cari tau lagi, banyak ummies lainnya yang juga mengalami hal yang sama. Bahkan beberapa ada yang anaknya super susah makannya. Karena beberapa kawan yang sudah berhasil melewati fase ini memberikan feedback yang baik, alhamdulillah mulai berkurang sedih dan khawatirnya. Selain karena umumnya fase ini bersifat sementara, ASI masih bisa memenuhi kebutuhan energi dan gizi anak. Yang terpenting kita tetap melakukan observasi, selama anak tetap aktif beraktivitas, in shaa Allah tidak mengapa.

Hikmah lainnya, adalah aku jadi belajar lebih banyak resep makanan dengan maksud supaya ada inovasi menu untuk Alfath. Dan yaaa, Alhamdulillah… kayak terbuka salah satu hal baru yang sebelumnya nggak kepikiran, yaitu mencari variasi menu di internet. Sebelumnya, aku adalah tipe yang jarang sekali bereksperimen dengan menu baru. Ditambah lagi setahun kemarin ada mbok yang bantuin dirumah, yang lebih sering berkecimpung di eksekusi masak-memasak (meski yang belanja dan menentukan menu harian tetap aku).

Jadi gimana mengatasinya?

Kalau kata suami, aku musti lebih banyak bersyukur. Alfath baru susah makan setelah umur 14 bulanan dan yang penting tetap rajin menyusu. Nah, menghadapi anak yang sedang susah makannya, ada beberapa hal yang mungkin bisa kita lakukan ummies (sejujurnya ini juga #selfreminder untuk aku sendiri):

  1. Ikhtiar coba variasi menu baru. Dengan 1 bahan yang sama, kita bisa membuat berbagai menu berbeda setiap harinya. Seperti yang aku coba beberapa hari ini. Dengan bahan dasar ikan tengiri, aku bisa membuat nasi tim sayur tengiri, tengiri goreng (versi original dan tepung), dimsum, dan siomay.
  2. Tetap menawarkan buah dan makanan kepada anak, khususnya di waktu-waktu makan dan saat si kecil bermain. Jangan dipaksa jika anak menolak makan. Khawatirnya si kecil malah kurang nyaman dengan experience ketika makan, sehingga justru membuatnya trauma dan semakin tidak mau makan.
  3. Tetap berdoa ya ummies, baik untuk putra putri kita agar tetap sehat wal afiat dengan asupan makanan, minuman, ASI yang dikonsumsi. Juga berdoa untuk kita pribadi agar diberikan kesabaran dan kekuatan menjalani fase ini.

Ada kalanya, anak mengalami dinamika nafsu makan. Jadi, tetap sabar dan semangat ya ummies (:

@listianaica

Leave a Reply