Loading...
Culinary

Digempur Urusan Dapur? Siapa Takut

Ibu bukan tergolong seorang pakar memasak, tapi entah mengapa, tetap saja selalu nikmat rasanya walau sederhana – @sayangayahibu

Rasanya suatu hal yang lumrah jika urusan dapur memang dianggap merepotkan. Bagaimana tidak? Mulai dari membeli bahan-bahan keperluan dapur (sayur-mayur, lauk, aneka bumbu, peralatan masak, dll), meracik, memasak, membersihkan bekas peralatan masak dan juga dapur, sampai menyimpan sisa bahan-bahan, pasti cukup menguras waktu dan tenaga bukan?

sumber: kapanlagi – instagram dewisandra

Meski begitu, urusan dapur jadi keriaan sendiri utamanya untuk para Ummi. Karena lewat masakan hasil karya Ummi yang dihidangkan untuk seluruh anggota keluarga, disitulah kepuasan didapatkan. Tak ada lagi kekhawatiran soal bahan-bahan tambahan (seperti pengawet dan penguat rasa) yang digunakan dalam masakan atau sayur dan lauk yang kurang segar, karena Ummi pasti memilihkan yang terbaik untuk santapan keluarga. Itulah mengapa meski merepotkan, rasanya urusan dapur tetap dinomorsatukan.

Umm, bahkan di era millenial seperti ini, banyak juga lho Ummi yang terkenal lewat unggahan-unggahan masakannya di media sosial. Wah, tentunya ini jadi suatu wadah apresiasi tersendiri bagi seorang Ummi.

Nah, berikut ini ada tips untuk urusan dapur berdasarkan pengalaman pribadi, mudah-mudahan bermanfaat bagi Ummi sekalian, Aamiin.

1.Buat menu mingguan.

Ya umm, meski rasanya ngebingungin, menyusun menu mingguan itu sangat penting lho. Mengapa penting? melalui menu inilah Ummi bisa menyiasati stok bahan makanan beberapa  hari ke depan, menyesuaikan dengan budget harian, dan memvariasikan rasa serta kandungan gizi setiap harinya. Kalau ummi belum bisa menyusun sampai seminggu, susunlah per tiga hari, atau per lima hari. Mudah sekali mendapatkan inspirasi menu mingguan, bisa melalui daring, televisi, atau tabloid. Tinggal sesuaikan dengan kemampuan Ummi ya.

2. Usahakan stok bahan makanan aman dan tersimpan rapi.

Wah, kalau Ummi disiplin untuk selalu mengorganisasi bahan makanan di rumah, maka Ummi bisa memperingkas waktu dan tak perlu berlama-lama untuk menyiapkan makanan. Apalagi kalau anak atau suami rajin membawa bekal, masak pagi-pagi bisa jadi hanya cukup waktu 10-15 menit, karena stok bahan makanan selalu ada dan sudah rapi disiapkan sebelumnya.

Oya Umm, selalu gunakan prinsip FIFO (First In First Out) ya dalam menggunakan stok bahan makanan, artinya bahan makanan yang terlebih dahulu dimasukkan ke lemari pendingin, juga harus didahulukan untuk dimasak. Ummi juga bisa menggunakan aneka wadah untuk memisahkan sayur-sayuran dan lauk. Sebagai tambahan, sayuran berdaun seperti bayam atau kangkung, jika sudah disiangi, ditiriskan, kemudian dimasukkan dalam wadah tertutup bisa tahan hingga 3-4 hari lho. Atau ummi juga bisa membekukan bahan-bahan sop seperti; wortel, buncis, jagung manis, dan kentang rebus yang bisa tahan hingga 2 minggu. Pokoknya, asal penyimpanannya rapi dan benar, sayur-sayuran, lauk pauk, dan bumbu bisa digunakan hingga beberapa hari  kedepan.

3. Peringkas urusan dapur

Nah, agar tak melelahkan Ummi karena urusan dapur, usahakan pekerjaannya diperingkas ya Umm. Lho, maksudnya apa? Jadi gini, Ummi gak perlu tiap hari belanja, sehingga Ummi bisa menggunakan waktu 30 menit-1 jam yang biasa digunakan untuk berbelanja menjadi kegiatan manfaat lainnya. Atau, Ummi juga gak perlu sering-sering nyuci peralatan dapur, kalau sudah lelah, istirahat saja dulu Umm, beberesnya dilanjut nanti. Pokoknya buat suasana bekerja di dapur menjadi lebih menyenangkan.

Untuk Ummi yang memang sudah sangat senang nguplek di dapur, rasanya semakin ribet semakin senang yaa. Tapi bagi Ummi yang kurang suka ribetnya memasak dan segala printilannya, ditambah sedikitnya waktu luang, tentu meringkas urusan dapur menjadi penting

Sekian sharing soal urusan dapurnya Umm, sedikit tetapi mudah-mudahan bermanfaat. Selamat berkarya lewat dapur rumah Ummi. Salam masak dari rumah!

 

 

Leave a Reply